ISLAM LIVE – Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Patean, Kabupaten Kendal, mencatat prestasi gemilang dengan mendominasi Olimpiade Bahasa Arab (OBA) 2026 tingkat Kabupaten Kendal. Delegasi pesantren tersebut meraih juara di berbagai kategori, mulai dari jenjang MTs, MA, SMK hingga kategori guru, sekaligus mengamankan tiket menuju kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi pembinaan akademik yang dilakukan di lingkungan pesantren. Para peraih Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 dijadwalkan mewakili Kabupaten Kendal pada Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan digelar di Magelang pada 29 Agustus 2026.
“Prestasi ini adalah buah dari ikhtiar, disiplin, dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami berharap capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh santri untuk terus belajar, berprestasi, dan membawa nama baik Darul Arqam di tingkat yang lebih tinggi,” kata Ustadz Khoirudin, Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Patean, kepada kendalmu.or.id, Ahad (2/8/2026).
Dominasi Darul Arqam terlihat di berbagai kategori perlombaan. Pada jenjang MTs Boarding, Muhammad Zufar Wibisono meraih Juara 1, Asyyifatu Mayza Faida Azmi meraih Juara 2, dan Afiqa Putri Azzahra menempati Juara 3. Sementara Imron Daud Darussalam bersama rekan-rekannya memperoleh gelar juara harapan.
Prestasi serupa juga diraih santri MA Boarding melalui Raihan Amil Muktabar sebagai Juara 1 dan Hauzannabhan Farriq Sasongko sebagai Juara 3. Adapun kategori SMK Boarding dikuasai Hamda Abdillah sebagai Juara 1, Fathan Edy Naufal Hafiz sebagai Juara 2, serta Maharani Putri Wibowo sebagai Juara 3.
Keberhasilan itu semakin lengkap setelah para guru Darul Arqam turut berprestasi. Asma Rofahiyah Ashshofiria berhasil meraih Juara 1 pada kategori guru, sedangkan Setyo Prabowo memperoleh Harapan 2.
Pihak pesantren memberikan apresiasi kepada seluruh peraih prestasi dalam apel pondok. Selain menjadi bentuk penghargaan, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya berprestasi di kalangan santri menjelang persaingan di tingkat provinsi.
