Pengurus Muhammadiyah Ajak Umat Biasakan Tabayun di Era Digital

4 views
Arif Rahmand menyampaikan khutbah Jumat tentang pentingnya tabayun di era digital di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.
Muhammadiyah mengajak umat Islam membiasakan tabayun di tengah derasnya arus informasi digital agar terhindar dari hoaks dan fitnah.

ISLAM LIVE – Pengurus Muhammadiyah mengajak umat Islam membiasakan sikap tabayun di tengah derasnya arus informasi digital. Ajakan tersebut disampaikan Anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Arif Rahmand, yang menilai kemudahan teknologi harus diimbangi dengan kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Pesan itu disampaikan Arif dalam Khutbah Jumat di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).

Menurut Arif, kemajuan teknologi telah mempermudah masyarakat mengakses informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, umat juga menghadapi tantangan berupa maraknya informasi yang belum tentu benar sehingga budaya tabayun menjadi semakin penting.

“Bila proses tabayun tidak dilakukan, kemudian kita langsung menganggap suatu informasi sebagai kebenaran, maka sesungguhnya kita sedang membenarkan sebuah kejahatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Komitmen Persatuan Sunni-Syiah, Jawaban bagi Tukang Adu Domba

Arif menjelaskan, tradisi tabayun telah dicontohkan para ulama sejak dahulu. Mereka rela menempuh perjalanan jauh untuk memastikan keabsahan hadis dengan meneliti sanad, memeriksa kredibilitas para perawi, hingga menguji matan hadis demi menjaga kebenaran.

Menurutnya, ironi era digital adalah informasi dapat diperoleh dan disebarkan dalam hitungan detik, tetapi banyak orang mengabaikan proses verifikasi sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain.

Selain mengingatkan pentingnya tabayun, Arif mengajak umat Islam memperkuat rasa syukur dan menjaga hati dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ia menilai kemajuan teknologi tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga menjadi bagian dari ujian yang harus disikapi dengan bijaksana.

Ia juga mengingatkan bahwa fitnah dalam Islam tidak hanya berarti tuduhan atau berita bohong, tetapi mencakup berbagai ujian kehidupan, termasuk harta, jabatan, keluarga, maupun berbagai kenikmatan yang dapat membuat manusia lalai.

Baca Juga:  Belajar Bijak dari Abdullah al-Natili, Guru Masa Kecil Ibnu Sina

Menutup khutbahnya, Arif mengajak umat Islam menjadikan setiap ujian sebagai sarana memperbaiki diri serta membiasakan amal saleh yang dilandasi ilmu, keikhlasan, dan nilai-nilai yang diridai Allah.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA