ISLAM LIVE – Ukraina membahas sejumlah opsi dengan Pentagon untuk memperkuat pertahanan udara, termasuk kemungkinan memproduksi rudal pencegat Patriot PAC-3 di dalam negeri. Langkah itu dipertimbangkan menyusul meningkatnya serangan rudal balistik Rusia.
“Dampak dahsyat dari setiap serangan malam hari saat ini sungguh sulit dipercaya. Tadi malam dan malam sebelumnya, ada 30 hingga 40 rudal balistik,” ujar Utusan Ukraina untuk Amerika Serikat Olha Stefanishyna kepada wartawan dalam acara yang digelar Christian Science Monitor, Kamis (30/7/2026).
Stefanishyna mengatakan pembahasan dengan Pentagon mencakup kemungkinan pemberian lisensi untuk memproduksi rudal Patriot PAC-3 di Ukraina. Namun, proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu antara 12 bulan hingga lima tahun.
Selain produksi di dalam negeri, Ukraina juga membahas opsi pembelian rudal PAC-3 melalui kontrak jangka panjang. Opsi lain yang dipertimbangkan adalah menukar posisi antrean produksi dengan negara pembeli lain agar pengiriman rudal dapat dilakukan lebih cepat.
Menurut Stefanishyna, pejabat dari Raytheon, produsen sistem Patriot, telah mengunjungi Ukraina. Sementara itu, Lockheed Martin yang memproduksi rudal pencegat PAC-3 untuk sistem tersebut tengah menyiapkan tim ahli untuk dikirim ke Ukraina.
Ia mengatakan Ukraina telah mampu menghadapi serangan drone yang digunakan Rusia, tetapi belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menangkal rudal balistik. Di sisi lain, produksi rudal balistik Rusia disebut terus meningkat sehingga kebutuhan akan rudal pencegat menjadi semakin mendesak.
“Dia punya niat untuk menghancurkan Ukraina, dan karena itu kami mencari berbagai kemampuan. Kami telah berhasil dalam segala hal, tetapi untuk musim dingin ini, kami membutuhkan rudal,” katanya.
