ISLAM LIVE – Menteri Luar Negeri Yaman yang ditunjuk pemerintah yang diakui secara internasional, Afrah al-Zouba, menilai kelompok Houthi berupaya meniru strategi Iran dengan menguasai jalur pelayaran di Selat Bab al-Mandeb, sebagaimana Iran mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz.
Al-Zouba mengatakan penguasaan Bab al-Mandeb berpotensi mengganggu salah satu jalur perdagangan maritim terpenting di dunia. Selat tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia serta menjadi lintasan utama perdagangan internasional.
“Houthi ingin meniru model Iran, dan hal itu akan menutup dua selat utama, pintu gerbang menuju Teluk dan Laut Merah,” kata Al-Zouba kepada para jurnalis di Kedutaan Besar Yaman di Riyadh, Arab Saudi pada 28/7/2026.
Menurut Al-Zouba, kelompok Houthi yang didukung Iran semakin berani karena respons masyarakat internasional terhadap aktivitas mereka di kawasan dinilai belum memadai. Ia memperingatkan kondisi tersebut dapat memperbesar ancaman terhadap stabilitas jalur pelayaran internasional.
Ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah Houthi pada awal Juli mendeklarasikan blokade maritim terhadap pelayaran menuju dan dari Arab Saudi serta melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke wilayah kerajaan tersebut. Sebagai balasan, Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Kota Hodeidah yang dikuasai Houthi.
Pemerintah Yaman menyatakan telah bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut. Al-Zouba mengatakan baku tembak masih terjadi di sepanjang garis depan yang memisahkan wilayah yang dikuasai Houthi dan pemerintah, meski hingga kini belum ada operasi ofensif berskala besar yang dilancarkan.
