ISLAM LIVE – Iran menyampaikan sejumlah syarat kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur perundingan melalui mediator Qatar. Tehran kini menunggu respons Presiden AS Donald Trump terhadap persyaratan yang telah disampaikan tersebut.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan Tehran masih berkomunikasi dengan Qatar yang telah meneruskan persyaratan Iran kepada Washington. Pernyataan itu disampaikan Rezaei dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera pada Sabtu (19/9/2026).
“Syarat kami adalah mengakhiri perang di semua front, membebaskan dana kami yang dibekukan, dan mengakhiri blokade laut,” ujar Rezaei kepada Al Jazeera.
Upaya menghidupkan kembali perundingan AS-Iran dilakukan setelah nota kesepahaman (MoU) kedua negara berakhir pada bulan lalu. Qatar dan Pakistan disebut tengah berupaya memfasilitasi komunikasi antara Tehran dan Washington untuk membuka kembali jalur negosiasi.
Meski membuka ruang diplomasi, Rezaei mengatakan Iran tetap mempersiapkan kemungkinan terjadinya serangan baru dari Amerika Serikat. Ia menyebut kemungkinan serangan tersebut masih terbuka berdasarkan penilaian militer Iran, tetapi menegaskan Tehran siap menghadapi kondisi tersebut.
Rezaei juga mengatakan strategi Iran kini diarahkan untuk mengakhiri perang secepat mungkin. Menurutnya, Tehran menjalankan pendekatan yang menggabungkan kesiapan diplomatik dengan persiapan menghadapi kemungkinan konflik berlanjut.
Sementara itu, mantan Direktur Urusan Semenanjung Arab di Pentagon, David Des Roches, menilai Washington kemungkinan belum memandang persyaratan tersebut sebagai tawaran serius. Namun, ia mencatat bahwa Iran tidak lagi memasukkan tuntutan pembayaran ganti rugi perang yang sebelumnya pernah diajukan sebagai salah satu syarat.
