ISLAM LIVE – Ukraina menargetkan prototipe sistem pertahanan rudal antibalistik Eropa berkode Freyja rampung pada paruh pertama 2027.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya Kyiv bersama negara-negara sekutunya untuk mengembangkan sistem yang mampu mencegat rudal balistik Rusia.
Wakil Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Davyd Aloian mengatakan proyek Freyja kini memasuki tahap awal pengembangan. Dalam waktu dekat, komite pengarah internasional dijadwalkan menggelar pertemuan perdana untuk menghitung kebutuhan biaya riset dan pengembangan sistem tersebut.
“Karena kami bekerja dalam tenggat waktu yang sangat ketat, kami memiliki target ambisius untuk menyiapkan MVP (minimum viable product) pada paruh pertama tahun depan. Itu merupakan prototipe yang sudah dapat menunjukkan hasil praktis pertamanya,” ujar Aloian pada 27/7/2026.
Proyek Freyja diluncurkan secara resmi dalam pertemuan di Paris dua pekan lalu yang dihadiri para pemimpin dari 10 negara Eropa, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, serta sekitar selusin perusahaan industri pertahanan.
Ukraina menyatakan siap menyediakan peluncur dan rudal pencegat untuk proyek tersebut, sementara negara-negara mitra diharapkan berkontribusi melalui penyediaan radar modern, sensor, serta teknologi kendali dan pemandu rudal.
Pengembangan Freyja dilakukan di tengah ketergantungan Ukraina pada sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat yang selama ini menjadi satu-satunya sistem di arsenal Kyiv yang dinilai mampu secara andal mencegat rudal balistik Rusia. Namun, pasokan Patriot menghadapi kendala akibat dinamika politik, keterbatasan stok, dan lamanya proses produksi.
Menurut Aloian, Freyja dirancang sebagai sistem dengan arsitektur terbuka sehingga dapat mengintegrasikan berbagai komponen dari negara berbeda sesuai kebutuhan pengguna. Ukraina berharap pendekatan tersebut mempercepat pengembangan sistem sekaligus menghadirkan alternatif pertahanan rudal yang lebih fleksibel bagi negara-negara Eropa.
