ISLAM LIVE – Presiden Rumania Nicușor Dan menegaskan pelanggaran wilayah udara negaranya oleh Rusia tidak dapat diterima setelah sebuah jet tempur F-16 Rumania menembak jatuh drone Rusia di atas Laut Hitam.
Kementerian Pertahanan Rumania menyatakan drone tersebut ditembak jatuh dengan aman sekitar 12 kilometer di timur laut Kota Sulina, di atas perairan teritorial Rumania. Sejak perang Rusia-Ukraina dimulai lebih dari empat tahun lalu, Rumania mencatat telah terjadi 33 pelanggaran wilayah udaranya oleh drone Rusia, termasuk insiden terbaru tersebut.
“Tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi bagi Federasi Rusia untuk terus melanggar wilayah udara Rumania, yang pada saat yang sama merupakan wilayah udara NATO dan Uni Eropa. Tindakan seperti itu tidak dapat diterima, dan kami menanggapinya dengan sangat serius bersama para sekutu,” tegas Presiden Nicușor Dan melalui akun X.
Seperti lansiran Reuters pada 26/07/26, Insiden tersebut menjadi yang ketiga dalam tiga hari terakhir di tengah meningkatnya serangan Rusia ke wilayah sekitar pelabuhan Ukraina di Sungai Danube.
Insiden tersebut terjadi ketika Rusia meningkatkan serangan terhadap pelabuhan-pelabuhan Ukraina di sepanjang Sungai Danube yang berbatasan langsung dengan Rumania. Sebelumnya, Rumania belum pernah menembak jatuh drone Rusia hingga insiden pertama pada Jumat, dan kini telah berhasil menjatuhkan tiga drone dalam kurun tiga hari.
Sebagai respons atas pelanggaran berulang tersebut, Kementerian Luar Negeri Rumania memanggil Duta Besar Rusia untuk menyampaikan protes resmi. Perdana Menteri Ilie Bolojan juga menyebut pelanggaran wilayah udara itu sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”.
Sementara itu, NATO menyatakan masih menyelidiki rincian insiden terbaru tersebut. Juru bicara markas militer NATO, Kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat Martin O’Donnell, mengatakan penembakan drone itu terjadi ketika NATO, Rumania, dan sejumlah negara lain terus memperkuat kemampuan pertahanan udara melalui pengadaan sistem pencegat berbasis darat.
Menteri Pertahanan Rumania Radu Miruta menegaskan negaranya akan terus mempertahankan kedaulatan dan wilayah udaranya dari setiap pelanggaran. Hingga kini, pihak Rusia belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
