ISLAM LIVE – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (Dahnil) mengaku prihatin atas temuan dugaan pelanggaran yang melibatkan sejumlah oknum pembimbing jemaah haji. Temuan tersebut muncul setelah tim pengawasan menemukan praktik yang diduga merugikan jemaah dan menyimpang dari fungsi pembinaan ibadah.
“Saya tidak abis pikir ada oknum yang berstatus sebagai pembimbing ibadah kok tega memanfaatkan jemaah yang polos dan tidak berkecukupan. Sehingga para pembimbing yang bekerja ikhlas pun tercederai oleh laku-laku oknum ini,” ujar Dahnil melalui akun Instagram pribadinya, Selasa 9/6/2026.
Menurutnya, temuan tersebut berasal dari hasil kerja Tim Linjam, Inspektorat, Pengendalian dan Pembinaan Jemaah yang melakukan pengawasan selama penyelenggaraan ibadah haji. Tim disebut telah menemukan dan menertibkan sejumlah oknum pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
“Tim Linjam, Inspektorat, Pengendalian dan Pembinaan Jemaah menemukan dan menertibkan beberapa oknum pelaku pembimbing jemaah dari oknum KBIHU yang seharusnya melakukan bimbingan ibadah justru melakukan komodifikasi terhadap jemaah,” tulisnya.
Dia mengatakan pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan terhadap berbagai praktik yang dinilai merugikan jemaah. Komitmen tersebut, kata dia, sudah dijalankan sejak awal mendapat amanah untuk mengelola urusan haji bersama Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.
“Sejak awal saya diamanahi oleh Presiden @prabowo mengurus haji bersama @gus.irfanyusuf. Kami berkomitmen untuk membersihkan laku rente berjubah agama ini, yang dulunya kami dengar dari luar hanya suara-suara sumir, hari ini banyak fakta kami temukan,” tulisnya.
Menurut pria kelahiran Sumatera itu, berbagai temuan yang diperoleh tim di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penindakan berikutnya. Dia juga menegaskan bahwa praktik yang merugikan jemaah tersebut merupakan persoalan lama yang perlu segera dibenahi agar tidak terus berulang dalam penyelenggaraan ibadah haji.
