Pengembangan tersebut, menurut Effendi, akan dilakukan melaui peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak hanya berurusan ibadah haji, tetapi juga menyangkut manfaat pada perekonomian nasional.
“Pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga bagaimana seluruh sektor pendukungnya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Karena itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk OJK, menjadi penting untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi haji,” ujar Effendi di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (8/7/2026).
Kedua pihak tersebut berharap program kolaborasi ini sekaligus mampu mendorong masyarakat lebih siap merencanakan ibadah haji melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik dan iklusif.
Dalam kesempatan yang sama, pihak OJK turut memaparkan tentang Gerakan Menabung Haji Pelajar sebagai salah satu program kolaborasi lintas sektor yang akan dilaksanakan. Program tesebut akan melibatkan Kementerian Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), industri jasa keuangan syariah, serta lembaga pendidikan. (ari/ed).