ISLAM LIVE – Pemerintah Arab Saudi memperkuat layanan keamanan, kesehatan, dan kemanusiaan selama puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. Berbagai instansi diterjunkan untuk memastikan keselamatan jutaan jemaah di Makkah dan kawasan suci lainnya.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyiagakan tim khusus untuk mencari jemaah yang sakit maupun tersesat. Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi menyebut tim lapangan dikerahkan di Makkah dan kawasan suci untuk mengidentifikasi jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit atau terpisah dari rombongan.
Tim tersebut bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi dan program Nusuk Care milik Kementerian Haji dan Umrah. Petugas juga dibekali perangkat teknologi mobile modern untuk mempermudah proses verifikasi identitas jemaah di lapangan.
Selain itu, Asosiasi Pramuka Arab Saudi turut memperluas layanan sukarelawan untuk membantu pergerakan jemaah menuju Mina pada Hari Tarwiyah. Tim pramuka ditempatkan di sejumlah jalur dan kawasan perkemahan untuk memberikan arahan, membantu jemaah lansia dan disabilitas, hingga mempertemukan kembali jemaah yang terpisah dari rombongan.
Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), lebih dari 350 anggota pramuka dan pemimpinnya ditempatkan di 14 rumah sakit serta pusat layanan kesehatan guna membantu tim medis Kementerian Kesehatan.
Di sisi lain, Otoritas Bulan Sabit Merah Arab Saudi meningkatkan kesiagaan layanan darurat selama lontar jumrah dan Tawaf Ifadah. Otoritas juga menyiagakan pusat layanan medis, unit respons cepat, ambulans sepeda motor, serta tim medis pejalan kaki untuk mempercepat penanganan di area padat jemaah.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi turut mengerahkan empat pesawat evakuasi medis lengkap untuk menangani kondisi darurat jemaah. Pesawat tersebut beroperasi bersama rumah sakit lapangan, pusat kesehatan, dan tim ambulans guna memastikan penanganan cepat terhadap kasus kritis selama musim haji.
