Welya Safitri: Kawal Hak Belajar Pelajar Muslimah Indonesia di Azerbaijan

2 views
Aturan seragam sekolah Azerbaijan memicu protes setelah siswi dan guru berhijab dilaporkan ditolak masuk sekolah negeri. Polemik ini memunculkan perdebatan tentang kebebasan beragama, sekularisme, dan hak pendidikan.(Foto: MEHR)

ISLAM LIVE – Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baku memberikan perlindungan diplomatik serta mengawal hak belajar dan keamanan pelajar muslimah Indonesia yang terdampak larangan jilbab di Azerbaijan. Permintaan itu disampaikan Ketua Umum Perempuan ICMI, Welya Safitri, di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut Welya, pelajar muslimah tidak seharusnya dipaksa memilih antara mempertahankan keyakinan agama dan melanjutkan pendidikan. “Kebijakan yang memaksa pelajar muslimah untuk menanggalkan jilbabnya atau keluar dari lingkungan sekolah adalah bentuk pemaksaan dan pelanggaran HAM yang sangat mendasar,” tegasnya.

Perempuan ICMI menyebut kebijakan tersebut berdampak pada siswi dan mahasiswi Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Azerbaijan. Mereka diklaim menghadapi pilihan sulit antara melepas jilbab agar tetap mengikuti pembelajaran atau berisiko kehilangan akses pendidikan.

Welya, yang juga memelopori lahirnya Hari Hijab Nasional di Indonesia, menilai lembaga pendidikan semestinya menjadi ruang inklusif yang menghormati keberagaman dan kebebasan menjalankan keyakinan. Menurutnya, pembatasan ekspresi keagamaan secara sepihak berpotensi menghambat kesempatan perempuan Muslim untuk memperoleh pendidikan yang setara.

Baca Juga:  Dompet Dhuafa Ingin Kolaborasi Lebih Erat dengan Kementerian Agama

Perempuan ICMI pun mendesak Pemerintah Azerbaijan mencabut larangan jilbab di sekolah dan perguruan tinggi karena dinilai mengancam kebebasan beragama serta hak pendidikan. “Kami di Perempuan ICMI mengecam keras aturan ini dan meminta Pemerintah Azerbaijan untuk segera membatalkannya,” ujar Welya.

Perempuan ICMI menyampaikan tiga tuntutan utama terkait kebijakan tersebut. Pertama, mendesak Pemerintah Azerbaijan mencabut aturan pelarangan jilbab di seluruh jenjang pendidikan. Kedua, meminta Kemlu RI dan KBRI Baku memberikan perlindungan diplomatik serta mengawal hak belajar dan keamanan pelajar muslimah Indonesia yang terdampak. Ketiga, mengajak komunitas internasional dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) melakukan pendekatan diplomatik agar hak pendidikan muslimah dapat dipulihkan.

Desakan Perempuan ICMI menempatkan persoalan jilbab bukan hanya sebagai isu kebebasan beragama, tetapi juga perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri. Langkah diplomatik diperlukan untuk memastikan persoalan tersebut ditangani melalui komunikasi antarpemerintah dan mekanisme perlindungan yang sesuai.

Baca Juga:  Salat Malam Tanpa Tidur Dulu, Apakah Sesuai Sunah Rasulullah?

Namun, rincian aturan yang dipersoalkan, cakupan penerapannya, serta jumlah pelajar Indonesia yang terdampak masih perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi Azerbaijan dan perwakilan Indonesia di Baku. Perempuan ICMI menyatakan akan terus mengawal isu tersebut dan mendukung muslimah yang memperjuangkan hak keagamaannya. ICMI juga menegaskan komitmennya untuk berkontribusi bagi bangsa melalui nilai keislaman, keindonesiaan, dan kecendekiaan.

Bagi pelajar Indonesia di Azerbaijan, kepastian mengenai hak belajar dan kebebasan menjalankan keyakinan menjadi hal penting agar pendidikan tidak terhambat oleh persoalan diskriminasi keagamaan. Dukungan diplomatik dari pemerintah Indonesia dinilai krusial untuk memastikan hak pendidikan pelajar muslimah tetap terlindungi tanpa harus mengorbankan keyakinan agama mereka.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA