ISLAM LIVE – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan perguruan tinggi memiliki tiga peran penting untuk menyiapkan talenta adaptif menghadapi perubahan pasar kerja global.
“Kunci menghadapi perubahan dunia kerja adalah adaptabilitas. Perguruan tinggi tidak bisa lagi menggunakan cara lama, melainkan harus bergerak dinamis memetakan kebutuhan masa depan,” ujar Yassierli saat Orasi Ilmiah Wisuda ke-72 Politeknik Negeri Padang (PNP) di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (26/09/2026).
Pertama, kampus perlu memastikan lulusan memiliki kompetensi terukur melalui portofolio dan micro-credential yang mengintegrasikan emerging skills. Kedua, perguruan tinggi perlu memperkuat human skills seperti kreativitas, problem solving, inovasi, growth mindset, dan continuous learning.
Ketiga, kampus didorong menjadi penghubung kuat dengan industri melalui co-design curriculum, project-based learning, dan standardisasi micro-credential yang diakui pasar kerja.
Kemnaker juga menjalankan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK), Pelatihan Vokasi Nasional dengan target 340 ribu peserta, serta Program Magang Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta pada 2026.
“Kedua program ini didesain lebih singkat, spesifik, dan berorientasi langsung pada penempatan kerja guna mempercepat transisi lulusan ke dunia kerja (school-to-work transition),” ujar Yassierli.
Kemnaker juga menyempurnakan LMIS atau Sistem Informasi Pasar Kerja untuk mendeteksi kebutuhan industri secara real-time, semuanya demi melancarkan progres para talenta adaptif.
