ISLAM LIVE – Beragam kuliner dari delapan kabupaten dan kota di Banten menunjukkan kekayaan cita rasa yang dimiliki provinsi ini. Setiap makanan memiliki karakter dan cerita berbeda, mulai dari penggunaan bahan pangan lokal, proses pembuatan tradisional, hingga keterkaitannya dengan budaya dan sejarah masyarakat.
Provinsi Banten terdiri dari empat kabupaten dan empat kota. Kabupaten Serang memiliki nasi sumsum, hidangan nasi berbumbu yang dipadukan dengan sumsum, dibungkus daun pisang, lalu dibakar. Kota Serang dikenal dengan sate bandeng yang dibuat dari ikan bandeng yang dikeluarkan daging dan durinya, lalu dibakar.
Kabupaten Pandeglang memiliki Balok Labuan, jajanan tradisional yang masih diproduksi secara manual di kawasan Labuan. Kabupaten Lebak lekat dengan jojorong, kue basah berbahan tepung beras, santan, dan gula aren yang dimasak menggunakan wadah daun pisang. Festival Jojorong Kabupaten Lebak pernah digelar sebagai upaya melestarikan makanan tradisional tersebut.
Kabupaten Tangerang juga memiliki jejorong atau tembelor. Kuliner ini dikenal di sejumlah wilayah, salah satunya Kecamatan Kresek, dan dibuat dari campuran tepung, santan, serta gula yang dimasak menggunakan wadah kecil dari daun pisang. Hingga kini, jejorong masih diproduksi secara tradisional dan kerap disajikan dalam acara adat maupun hajatan.
Kota Tangerang memiliki laksa Tangerang. Makanan ini menggunakan mi berbahan tepung beras dengan kuah kental berbumbu rempah serta berbagai pelengkap. Laksa Tangerang berkaitan dengan akulturasi budaya yang berkembang di Tangerang dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kota Tangerang pada 2023.
Kota Cilegon dikenal dengan rabeg. Hidangan berbahan dasar daging kambing atau jeroan ini dimasak dengan berbagai rempah. Cita rasanya cenderung gurih, manis, dan sedikit pedas. Rabeg juga memiliki kaitan dengan sejarah kuliner Kesultanan Banten.
Kota Tangerang Selatan memperkenalkan pecak nila. Kuliner ini berupa ikan yang disajikan dengan sambal atau bumbu pecak bercita rasa gurih, pedas, dan kaya rempah. Pemerintah Kota Tangerang Selatan turut mendorong pengenalan kuliner tersebut melalui berbagai kegiatan, salah satunya lomba memasak pecak nila.
Selain menjadi bagian dari identitas daerah, keberadaan kuliner tradisional membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar. Karena itu, mengenal dan menikmati kuliner khas Banten tidak hanya menjadi cara mencicipi makanan tradisional. Langkah itu juga turut menjaga keberlangsungan warisan kuliner dan ekonomi masyarakat lokal.
Dengan beragam pilihan tersebut, Banten menawarkan pengalaman kuliner yang kaya. Mulai dari nasi sumsum, sate bandeng, balok Labuan, jojorong, jejorong, laksa Tangerang, rabeg, hingga pecak nila, semuanya menjadi bagian dari kekayaan budaya dan potensi ekonomi daerah.
