ISLAM LIVE – Program Sekolah Berbudaya Religi (SBR) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kediri tahun 2026 diikuti oleh 484 satuan pendidikan, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 200 satuan pendidikan. Antusiasme tersebut menunjukkan semakin banyak sekolah yang berkomitmen membangun lingkungan pendidikan berbasis nilai agama dan karakter .
“Kita ingin masyarakat kita, SDM kita, juga siap bersaing dalam lingkungan yang lebih besar, lingkungan global maupun lingkungan nasional maupun regional, dengan bekal yang cukup, dengan bekal yang memadai, dengan karakter-karakter yang unggul dan berakhlak mulia,” ujar Dr. Mohamad Solikin, M.AP., Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, dalam acara Awarding SBR 2026 di Gedung Bagawanta Bhari, Kediri, Kamis (17/9/2026) .
Dalam ajang tersebut, SMKN 1 Plosoklaten berhasil meraih Juara 1 kategori SMA/SMK. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., menjelaskan bahwa penilaian SBR lebih menitikberatkan pada proses pembentukan moral dan nilai agama melalui pembiasaan di lingkungan sekolah .
“Pengembangan nilai-nilai moral agama melalui pembiasaan dan keteladanan para guru,” ujarnya . Karena itu, keteladanan guru menjadi salah satu unsur penting. Budaya yang dibangun di sekolah diharapkan tidak hanya disampaikan kepada siswa, tetapi juga ditunjukkan melalui perilaku para pendidik.
Selain penghargaan, para pemenang Awarding SBR 2026 juga mendapatkan uang pembinaan. Juara 1 memperoleh Rp2,5 juta, Juara 2 Rp2,25 juta, dan Juara 3 Rp2 juta. Sementara penerima Harapan 1 mendapatkan Rp1,75 juta, Harapan 2 Rp1,5 juta, dan Harapan 3 Rp1,25 juta .
Bagi SMKN 1 Plosoklaten, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya membangun budaya religi di lingkungan sekolah. Namun, capaian itu sekaligus menjadi pengingat agar kebiasaan yang telah berjalan tetap dipertahankan. Dengan pembiasaan yang konsisten, nilai agama dan karakter diharapkan tumbuh menjadi bagian dari keseharian peserta didik .
