Refleksi Hari Asyura: Meneladani Semangat Kemanusiaan dan Pengorbanan di Tengah Tantangan Zaman

63 views

Oleh: Tubagus Sumantri

 

ISLAM LIVE – Umat Islam di berbagai penjuru dunia kembali menyambut bulan Muharram, dengan puncak peringatan yang jatuh pada tanggal 10 Muharram atau dikenal sebagai Hari Asyura. Bagi komunitas Muslim, hari ini memiliki kedalaman makna historis dan spiritual yang signifikan, yang melampaui batas-batas sektarian.

Dalam literatur sejarah Islam, Asyura memiliki dimensi yang multidimensional. Secara teologis, hari ini diabadikan sebagai momentum kemenangan kebenaran atas kezaliman, merujuk pada peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dan pengikutnya dari kejaran Firaun. Tradisi ini kemudian dikukuhkan dalam praktik ibadah puasa, sebagaimana dicatat dalam banyak riwayat hadis sahih yang menekankan aspek syukur dan refleksi diri.

Di sisi lain, Hari Asyura bagi sebagian besar dunia Islam juga menjadi ruang memori kolektif yang sangat emosional terkait peristiwa Karbala pada tahun 61 Hijriah. Tragedi yang menimpa cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain bin Ali, bersama keluarga dan pengikutnya, dipandang oleh para sejarawan dan sosiolog agama sebagai simbol perlawanan terhadap otoritarianisme dan ketidakadilan sosial.

Baca Juga:  Muharam, Saat Tahun Baru Dimaknai dengan Hijrah Diri

Akademisi studi Islam sering menekankan bahwa peringatan ini—terlepas dari perbedaan penekanan tradisi—seharusnya tidak sekadar menjadi ritual tahunan. Para ahli melihatnya sebagai medium untuk meneguhkan kembali komitmen pada nilai-nilai kemanusiaan universal, integritas moral, dan keberanian membela kaum yang tertindas.

Di tengah situasi global yang masih diwarnai oleh konflik dan krisis kemanusiaan, peringatan Asyura tahun ini dinilai memiliki relevansi yang sangat aktual. Pesan moral tentang pentingnya memegang teguh prinsip di tengah tekanan, serta pengorbanan demi kebaikan bersama, menjadi bahan refleksi yang sangat dibutuhkan.

Para tokoh agama menekankan pentingnya menjadikan Asyura sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah (persaudaraan). Meskipun terdapat variasi cara dalam memperingati hari ini, titik temu pada nilai pengabdian kepada Tuhan dan kepedulian terhadap sesama manusia menjadi benang merah yang menyatukan.

Baca Juga:  Refleksi Hadis: Kasih Sayang Rasulallah terhadap Kucing

Selain melalui kegiatan spiritual, di berbagai wilayah, peringatan Asyura juga diwujudkan dalam bentuk aksi sosial konkret. Banyak komunitas Muslim mengisi hari tersebut dengan memberikan santunan kepada anak yatim, bantuan bagi keluarga yang membutuhkan, serta berbagai kegiatan amal lainnya. Tradisi santunan anak yatim pada 10 Muharram telah lama mengakar kuat, khususnya di Indonesia, sebagai bentuk nyata pengamalan ajaran kasih sayang yang diajarkan oleh Nabi SAW.

Di masa kini, peringatan ini diharapkan mampu menjadi pendorong bagi umat Islam untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang lebih adil dan damai, selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan martabat manusia.

 

Tubagus Sumantri, seorang praktisi pendidikan dan penulis lagu yang memiliki ketertarikan pada isu-isu pendidikan dan sosial-kemanusiaan. 

 

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA