ISLAM LIVE – Seorang pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali memprotes tuntutan operasional 24 jam yang disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat inspeksi mendadak di SPBU Jalan Diponegoro, Denpasar, Kamis (15/10/2026) dini hari.
“Saya bukan robot, saya juga capek, Pak. Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga,” ujar pegawai perempuan tersebut sambil menangis, dalam peristiwa yang dilaporkan detikBali dan dikutip detikNews.
Pegawai itu juga mempertanyakan kebijakan tersebut dengan mengatakan, “Coba Bapak di sini, di lapangan bagaimana rasanya?”
Koster meminta 92 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung beroperasi selama 24 jam untuk mengurangi antrean BBM yang berlangsung beberapa hari. Namun, kebijakan itu menghadapi kendala tenaga kerja. Administrasi SPBU Jalan Diponegoro, Tria, menjelaskan bahwa stasiunnya memiliki 12 operator yang bekerja dalam dua sif, dengan jam operasional normal pukul 06.00 hingga 23.00 WITA.
“Kan mereka jadi kaget (diminta buka 24 jam), apalagi ada satu operator saya itu masih menyusui,” kata Tria.
Ia menambahkan, pencarian tenaga pengganti membutuhkan waktu karena pekerja juga mengalami kelelahan.
Sebelumnya, Pertamina menyatakan stok BBM Bali mencukupi, sementara keterlambatan distribusi menjadi salah satu penyebab antrean. Peristiwa ini menyoroti perlunya penyesuaian tenaga kerja agar penambahan jam layanan tidak mengabaikan hak dan keselamatan pegawai.
