ISLAM LIVE – Penerbangan umrah perdana melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri direncanakan berlangsung pada 17 November 2026. Persiapan penerbangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi yang dihadiri Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur bersama sejumlah pemangku kepentingan di Kediri.
Rapat tersebut membahas kesiapan penerbangan haji dan umrah melalui Bandara Dhoho, termasuk sarana dan prasarana pendukung. Untuk penerbangan umrah perdana, Garuda Indonesia direncanakan menjadi maskapai yang melayani keberangkatan dari bandara tersebut.
Selain aspek penerbangan, rapat juga membahas dukungan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal didorong untuk mengambil bagian dalam penyediaan berbagai kebutuhan jemaah, termasuk konsumsi.
Keterlibatan UMKM dinilai dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan jemaah melalui produk lokal. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah di daerah.
Dalam rapat tersebut, biaya penyelenggaraan ibadah haji juga menjadi perhatian, termasuk komponen penerbangan. Harga bahan bakar penerbangan atau avtur menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam upaya mendorong efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah.
Kesiapan Bandara Dhoho juga diarahkan untuk mendukung rencana penerbangan haji dari wilayah Kediri dan sekitarnya. Karena itu, koordinasi antara Kemenhaj, Pemerintah Kabupaten Kediri, pengelola bandara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Prof. Dr. rer. nat. Jaenal Effendi, S.Ag., M.A., Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, S.T., unsur DPR, perwakilan Garuda Indonesia, pengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri, serta unsur lintas sektor terkait.
