Nasi Tutug Oncom, Warisan Kuliner Rakyat Sunda Sejak 1940

3 views
Menu nasi tutug oncom yang disajikan dalam rangka program buka puasa di Hotel Novotel Bogor Golf Resort and Convention Center, Jawa Barat, yang bertajuk Kelana Rasa, Rabu (19/2/2025).

ISLAM LIVE – Nasi tutug oncom lahir dari kebiasaan masyarakat Sunda mengolah bahan pangan sederhana menjadi hidangan mengenyangkan. Kuliner asal Tasikmalaya, Jawa Barat, ini awalnya dekat dengan kehidupan masyarakat menengah ke bawah karena oncom menjadi pilihan lauk yang terjangkau sekitar tahun 1940.

“Perannya oncom itu kayak sambal oncom gitu. Pakai bumbu bawang putih, cabai, terus oncomnya digoreng, dihaluskan bersama-sama. Itu kuncinya,” kata Chef Sisca Soewitomo, pakar kuliner, saat ditemui di Asia Restaurant, The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Sabtu (19/9/2026).

Kondisi ekonomi saat itu membuat sebagian masyarakat sulit memenuhi kebutuhan pangan pokok. Sebagai siasat, nasi dicampur dengan oncom agar porsinya terlihat lebih banyak dan terasa lebih mengenyangkan. Kebiasaan itu kemudian berkembang menjadi hidangan yang dikenal sebagai nasi tutug oncom.

Baca Juga:  Iwan Setiawan : Jangan Hanya Pencitraan, Buktikan Program Berjalan Nyata!

Seiring waktu, citra hidangan ini perlahan berubah. Dari yang identik dengan masyarakat kelas bawah, nasi tutug oncom kini dinikmati berbagai kalangan. Menu ini tidak lagi hanya dijajakan di warung atau kios sederhana, tetapi juga hadir di restoran dengan pilihan menu Nusantara yang beragam.

Kata “tutug” dalam nama hidangan ini berarti ditumbuk. Nama itu menggambarkan proses pembuatannya, yakni oncom dihaluskan lalu ditumis dengan bumbu sebelum dicampur merata ke dalam nasi panas.

Perpaduan nasi hangat dengan rasa gurih dari oncom membuat hidangan sederhana ini menggugah selera. “Perpaduan itu semua bisa ditambahkan sedikit kecap manis untuk menetralisasi. Tergantung kepada selera,” sambung Chef Sisca.

Baca Juga:  Darul Ma'arif NU Rejang Lebong Luncurkan Program Bank Sampah, Bentuk Kepedulian Santri terhadap Lingkungan

Dalam penyajiannya, nasi tutug oncom biasanya dinikmati dengan berbagai lauk, seperti telur, tempe dan tahu goreng, ayam goreng, ikan asin, sambal, bahkan empal. “Lauknya sih bisa ayam goreng apa pun yang ada. Pokoknya yang cocok,” ujarnya.

Seporsi nasi tutug oncom dengan aneka lauk umumnya dijual seharga Rp 10.000 hingga Rp 30.000-an, tergantung tempat membelinya. Hidangan ini paling nikmat disantap selagi hangat, sehingga tidak bisa disimpan berlama-lama di kulkas maupun freezer.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA