Misteri Malafungsi Sistem Peringatan Dini Saudi dalam Serangan Riyadh

3 views
Rekaman pengawas memperlihatkan asap dan api pada saat serangan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, 10 Oktober 2026

ISLAM LIVE – Sistem peringatan dini publik Arab Saudi tidak mengeluarkan peringatan ancaman serangan selama beberapa hari sebelum serangkaian serangan mematikan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan negara itu dalam melindungi warga dan pengunjung di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman.

Dalam laporan pada Selasa (13/10/2026), Reuters menyebut Arab Saudi telah menghentikan penyampaian peringatan publik menjelang empat serangan di Riyadh dalam sepekan terakhir. Rangkaian serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Pemerintah Saudi belum menjelaskan secara resmi alasan tidak adanya peringatan sebelum serangan-serangan tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah Yaman Desak Dewan Keamanan PBB Bertindak untuk Akhiri Blokade Taiz

Dua pejabat yang mengetahui persoalan itu mengatakan kepada Reuters bahwa pejabat dari negara Barat sekutu Arab Saudi sebelumnya telah menanyakan penghentian peringatan tersebut. Menurut mereka, pihak Saudi menyampaikan bahwa peringatan dianggap terlalu mengganggu dan sejumlah warga mengeluhkan pemberitahuan yang membangunkan mereka pada malam hari. Namun, klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh pemerintah Saudi.

Sultan Alamer, akademisi Saudi yang berbasis di Amerika Serikat dan peneliti senior di Middle East Policy Council, menilai pemerintah Saudi menghadapi dilema dalam menjaga kepercayaan publik di tengah operasi militernya. Ia menilai upaya mempertahankan kesan normal justru berisiko meningkatkan kecemasan ketika masyarakat tidak memperoleh peringatan mengenai ancaman yang datang.

Baca Juga:  Dua Jemaah Masih Dirawat, Kemenhaj Perkuat Perhatian Kesehatan Haji 2027

“Namun, ketiadaan peringatan tentang serangan Houthi yang akan datang justru menciptakan kegelisahan yang ingin mereka hindari,” kata Alamer.

Di sisi lain, sejumlah kedutaan negara Barat di Riyadh dilaporkan tetap mengirimkan peringatan internal kepada staf mengenai ancaman rudal dan drone. Informasi tersebut dihimpun dari intelijen pemerintah Barat serta masukan otoritas Saudi. Meski demikian, orang-orang yang mengetahui peringatan internal tersebut mengatakan bahwa tidak ada peringatan kepada staf kedutaan sebelum serangan bandara pada Sabtu, yang menjadi serangan paling mematikan dalam rangkaian kejadian pekan lalu.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA