ISLAM LIVE – Sistem peringatan dini publik Arab Saudi tidak mengeluarkan peringatan ancaman serangan selama beberapa hari sebelum serangkaian serangan mematikan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan negara itu dalam melindungi warga dan pengunjung di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman.
Dalam laporan pada Selasa (13/10/2026), Reuters menyebut Arab Saudi telah menghentikan penyampaian peringatan publik menjelang empat serangan di Riyadh dalam sepekan terakhir. Rangkaian serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Pemerintah Saudi belum menjelaskan secara resmi alasan tidak adanya peringatan sebelum serangan-serangan tersebut.
Dua pejabat yang mengetahui persoalan itu mengatakan kepada Reuters bahwa pejabat dari negara Barat sekutu Arab Saudi sebelumnya telah menanyakan penghentian peringatan tersebut. Menurut mereka, pihak Saudi menyampaikan bahwa peringatan dianggap terlalu mengganggu dan sejumlah warga mengeluhkan pemberitahuan yang membangunkan mereka pada malam hari. Namun, klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh pemerintah Saudi.
Sultan Alamer, akademisi Saudi yang berbasis di Amerika Serikat dan peneliti senior di Middle East Policy Council, menilai pemerintah Saudi menghadapi dilema dalam menjaga kepercayaan publik di tengah operasi militernya. Ia menilai upaya mempertahankan kesan normal justru berisiko meningkatkan kecemasan ketika masyarakat tidak memperoleh peringatan mengenai ancaman yang datang.
“Namun, ketiadaan peringatan tentang serangan Houthi yang akan datang justru menciptakan kegelisahan yang ingin mereka hindari,” kata Alamer.
Di sisi lain, sejumlah kedutaan negara Barat di Riyadh dilaporkan tetap mengirimkan peringatan internal kepada staf mengenai ancaman rudal dan drone. Informasi tersebut dihimpun dari intelijen pemerintah Barat serta masukan otoritas Saudi. Meski demikian, orang-orang yang mengetahui peringatan internal tersebut mengatakan bahwa tidak ada peringatan kepada staf kedutaan sebelum serangan bandara pada Sabtu, yang menjadi serangan paling mematikan dalam rangkaian kejadian pekan lalu.
