KH Anwar Iskandar, Ulama dan Pengasuh Pesantren, Dilantik Jadi Anggota Wantimpres

2 views
Profil KH Anwar Iskandar, Ketua Umum MUI 2025–2030 dan pengasuh Pesantren Al-Amien Kediri yang dilantik Prabowo sebagai anggota Wantimpres, dari perjalanan pesantren, NU, MUI hingga pengabdian kebangsaan.

ISLAM LIVE – Presiden Prabowo Subianto melantik KH Muhammad Anwar Iskandar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Anwar dilantik bersama 25 anggota Wantimpres lainnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.

Jalur panjang yang dilalui Anwar membuat posisinya di Wantimpres memiliki arti strategis. Ia bukan hanya membawa pengalaman sebagai ulama dan pengasuh pesantren, tetapi juga pengalaman mengelola organisasi keumatan, pendidikan, serta kehidupan kebangsaan.

Kehadiran Anwar di Wantimpres sekaligus mempertemukan pengalaman kelembagaan MUI dan NU dengan ruang pemberian pertimbangan langsung kepada Presiden. Dalam komposisi Wantimpres baru, ia berada bersama tokoh dari latar belakang agama, politik, ekonomi, akademik, hukum, hingga sosial kemasyarakatan.

Di saat yang sama, Anwar masih dipercaya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030. Ia terpilih kembali melalui Musyawarah Nasional XI MUI pada November 2025. Jabatan tersebut menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang seorang kiai yang membangun pengaruhnya dari pesantren, berkembang melalui NU dan MUI, lalu kini memasuki ruang pertimbangan strategis Presiden.

Baca Juga:  Kekerasan karena Seragam, Kepala SMPN 18 Malang Dicopot

Anwar Iskandar lahir di Desa Berasan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, 24 April 1950. Ia merupakan putra KH Iskandar, pendiri dan pengasuh Pesantren Mambaul Ulum Banyuwangi. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan pesantren dan belajar ilmu agama serta kitab-kitab salaf dari ayahnya.

Setelah menempuh pendidikan hingga Madrasah Aliyah, ia melanjutkan pengembaraan keilmuan ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah asuhan KH Mahrus Aly. Ia juga pernah belajar di sejumlah pesantren lain, termasuk Al-Falah Ploso dan Al-Anwar Sarang. Anwar kemudian memperoleh gelar sarjana muda dari Universitas Islam Tribakti Lirboyo pada 1969, lalu melanjutkan pendidikan ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Adab, Jurusan Sastra Arab.

Perjalanan pengabdiannya lebih banyak berpusat di Kediri. Ia memilih berdakwah dan membangun lembaga pendidikan di kota tersebut. Pada 1982, Anwar dipercaya memimpin Yayasan Assa’idiyah Jamsaren. Tiga tahun kemudian ia menjadi Ketua Yayasan Universitas Islam Kadiri. Pada 1995, ia mendirikan Pondok Pesantren Al-Amien di Rejomulyo, Kota Kediri, yang hingga kini menjadi salah satu pusat kiprahnya dalam pendidikan Islam.

Baca Juga:  Setiap Makanan Punya Cerita, Jelajahi Kuliner Khas Banten

Kiprah organisasi Anwar dimulai sejak usia muda. Ia tercatat sebagai anggota IPNU Banyuwangi pada 1965 dan kemudian aktif di PMII. Pada 1975, ia dipercaya menjadi Ketua GP Ansor Cabang Kota Kediri selama dua periode. Kariernya di NU berlanjut sebagai Rais Syuriah PCNU Kota Kediri, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, hingga Wakil Rais ‘Aam PBNU pada 2022.

Pengalaman Anwar juga tidak terbatas pada organisasi keagamaan. Ia pernah menjadi anggota MPR sebagai utusan Jawa Timur pada 1998 dan terlibat dalam politik melalui PKB serta Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Sebelum masuk Wantimpres, ia telah menerima Bintang Mahaputera Pratama dari Presiden Prabowo pada 25 Agustus 2025 atas kiprahnya di bidang dakwah, pendidikan, dan pengabdian kebangsaan. Dengan demikian, pelantikan sebagai anggota Wantimpres bukan titik awal kiprah Anwar Iskandar di lingkar kebijakan negara.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA