Kemenhaj Wajibkan PPIU Sediakan Narahubung Aktif Imbas Erupsi Krakatau

1 views
Sejumlah jamaah umrah dari penerbangan Garuda Indonesia GA981 rute Jeddah (JED) menuju Jakarta (CGK) berbincang di depan Gedung A2 Asrama Haji Kelas I Aceh, Banda Aceh, Aceh, Minggu (6/9/2026).(Foto: ANTARA)

ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mewajibkan setiap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menyediakan kanal komunikasi atau narahubung yang aktif dan mudah diakses oleh jemaah maupun keluarga. Langkah ini diambil sebagai respons atas terganggunya operasional penerbangan akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 6 September 2026 .

“Jemaah yang terdampak penundaan tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian. PPIU harus memastikan kebutuhan jemaah tetap terlayani, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, pendampingan, dan kebutuhan dasar lainnya, sampai perjalanan dapat dilanjutkan,” kata Puji Raharjo, Direktur Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, di Jakarta, Senin (7/9/2026) .

Kanal komunikasi tersebut menjadi jalur penting untuk menyampaikan perkembangan penerbangan, perubahan jadwal, lokasi jemaah, serta langkah penanganan secara cepat. Kemenhaj juga meminta asosiasi PIHK dan PPIU menjangkau seluruh penyelenggara, termasuk yang berada di luar keanggotaan asosiasi .

Baca Juga:  Kemenhaj Sumbar Ingatkan Administrasi Jemaah Harus Sesuai Regulasi

Kemenhaj meminta PPIU aktif berkoordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, otoritas penerbangan, penyedia layanan di Arab Saudi, serta pihak terkait untuk mendapatkan kepastian jadwal dan alternatif perjalanan . Setiap perubahan jadwal, pembatalan, pemindahan rute, maupun keterlambatan kepulangan yang berdampak signifikan terhadap jemaah diminta segera ditangani dan dikoordinasikan .

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengakui bahwa penanganan yang diterima jemaah dari maskapai masih berbeda-beda. “Ada beberapa maskapai yang memberikan kompensasi hotel penginapan. Ada juga beberapa yang tidak memberikan. Saya minta tim kita untuk memantau terus situasi di sana,” ujar Irfan .

Kemenhaj juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memantau kondisi penerbangan dan perkembangan situasi yang dinamis. “Kemenhaj akan terus memantau perkembangan situasi. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dipastikan adalah jemaah memperoleh keselamatan, kepastian informasi, pelayanan, pendampingan, dan perlindungan sampai seluruh proses perjalanan selesai dengan aman,” pungkas Puji .

Baca Juga:  Menteri Haji Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Layanan Haji 2027
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA