Istithaah Haji Tak Cukup Soal Kesehatan dan Biaya

5 views
Erti Herlina, M.Ag.

ISLAM LIVE – Istithaah atau kemampuan menunaikan ibadah haji dinilai tidak cukup dipahami hanya dari aspek kesehatan dan kemampuan finansial.

Calon jemaah juga perlu memiliki kesiapan ilmu agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat. Pandangan tersebut disampaikan Erti Herlina, M.Ag., Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M Layanan Bimbingan Ibadah dan KBIHU Daerah Kerja Makkah, dalam artikel opini yang ditulis pada 17 Juli 2026.

Menurut Erti, pemahaman mengenai istithaah selama ini masih cenderung berfokus pada kemampuan fisik dan biaya perjalanan. Padahal, kesiapan ilmu memiliki peran yang sama pentingnya agar jemaah dapat melaksanakan setiap rangkaian ibadah haji dengan benar dan mandiri ketika berada di Tanah Suci.

Baca Juga:  Kemenhaj Hapus Mekanisme Lunas Tunda Ganti pada Haji Khusus

“Istithaah tidak cukup dimaknai sebagai lolos pemeriksaan kesehatan. Istithaah juga tidak berhenti pada kemampuan melunasi biaya haji. Lebih dari itu, istithaah harus dipahami sebagai kesiapan menyeluruh yang mencakup tiga aspek sekaligus, yaitu kesehatan, keuangan, dan ilmu,” tulis Erti dalam artikel opininya.

Ia menjelaskan, ketiga aspek tersebut saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Jemaah yang sehat tetapi tidak memahami tata cara ibadah berpotensi mengalami kesulitan selama menjalankan rangkaian haji. Sebaliknya, pemahaman manasik yang baik juga perlu didukung kondisi fisik yang memadai serta kesiapan keuangan sebelum memenuhi panggilan Allah SWT.

Erti juga menyoroti panjangnya masa tunggu haji di Indonesia yang mencapai sekitar 26 tahun. Menurutnya, rentang waktu tersebut seharusnya dimanfaatkan calon jemaah untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, mulai dari membangun kebiasaan menabung, menjaga kesehatan, hingga memperdalam ilmu manasik haji, bukan sekadar menunggu jadwal keberangkatan.

Baca Juga:  PE2HU dan OJK Perkuat Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Berkelanjutan

Melalui tulisannya, Erti berharap pemahaman mengenai istithaah tidak lagi dipandang sebatas syarat administratif atau kesehatan. Sebaliknya, istithaah perlu dimaknai sebagai kesiapan yang utuh agar calon jemaah mampu menunaikan ibadah haji dengan ilmu, kesehatan, dan kemandirian sehingga dapat meraih haji yang mabrur.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA