ISLAM LIVE – Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan pembentukan dan pengukuhan Satuan Tugas (Satgas) Pondok Pesantren dan Madrasah pada Peringatan Hari Santri, 22 Oktober mendatang. Pengukuhan rencananya dilakukan langsung oleh PJ Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Langkah itu berawal dari keprihatinan terhadap masih adanya pondok pesantren dan madrasah yang mengabaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tata kelola lembaga. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor, H. Raden Enjat Mujiat, usai Rapat Finalisasi Hari Santri Nasional di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Selasa (13/10/2026).
“Pembentukan dan pengukuhan satgas ini berawal dari keprihatinan kami terhadap dugaan pelanggaran SOP dan tata kelola di lingkungan pesantren maupun madrasah, seperti adanya tindakan kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan sejenisnya,” jelasnya.
Menurut Enjat, keberadaan satgas diharapkan mampu menekan dan meminimalisasi kasus kekerasan fisik maupun kekerasan seksual terhadap peserta didik. “Satgas ini dibentuk untuk mencegah tawuran, perundungan (bullying), dan pelecehan melalui upaya mitigasi, intensifikasi, advokasi, serta asistensi terhadap pesantren dan madrasah,” katanya.
Selain membahas satgas, rapat tersebut juga membahas rencana peluncuran program Quran Time. “Hari ini kami menggelar rapat yang hasilnya membahas kegiatan peluncuran Quran Time Bogor Berkilauan untuk esok hari. Sasaran program ini adalah masyarakat Kabupaten Bogor, para ASN, dan siswa sekolah agar lebih terbiasa membaca Al-Qur’an,” ujar Enjat pada Selasa (13/10/2026).
Ia menambahkan, pembiasaan membaca Al-Qur’an diharapkan dapat membentuk karakter, spiritualitas, dan kualitas akademis siswa, sekaligus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Di lingkungan Kemenag Kabupaten Bogor sendiri akan diterapkan gerakan One Day One Juz atau satu hari satu juz sebagai teladan bagi lembaga pendidikan lain.
Enjat berharap, melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an dan kehadiran satgas, dunia pendidikan dapat mengalami perubahan positif. “Kami berharap, melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an dan kehadiran satgas ini, dunia pendidikan dapat mengalami perubahan positif serta membawa keberkahan menuju Bogor yang istimewa dan gemilang,” pungkasnya.
Dengan pengukuhan yang bertepatan dengan Hari Santri, Pemkab Bogor menegaskan komitmennya membangun lingkungan pesantren dan madrasah yang aman, tertib, dan berkarakter, sekaligus memperkuat pembiasaan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat.
