ISLAM LIVE – Pusat kuliner Gerbang Pulau Santen (GPS) di Banyuwangi menawarkan beragam pilihan menu yang memadukan kuliner tradisional dan modern. Pada pagi hari, pengunjung dapat menikmati nasi cawuk, nasi bungkus, hingga camilan polo pendem. Sementara pada malam hari tersedia pilihan ikan bakar .
“Untuk segmentasi menu pagi hari, kami menyiapkan sarapan otentik seperti nasi cawuk, nasi bungkus, dan camilan polo pendem. Malam hari, pengunjung bisa menikmati menu ikan bakar. Kami juga menyediakan fasilitas seduhan kopi premium, mulai dari kopi luwak, robusta, hingga arabika,” ujar Ponco Setyo Utomo, Direktur GPS, di Banyuwangi, Sabtu (19/9/2026) .
Selain menu utama, pilihan kuliner lainnya cukup beragam, mulai dari bakso, aneka makanan kukus, seblak, dimsum, warmindu, ikan bakar, hingga minuman segar. Keragaman menu tersebut menjadi bagian dari konsep GPS untuk menyasar berbagai segmen pengunjung, mulai dari wisatawan yang mencari sarapan hingga pengunjung yang ingin menikmati suasana malam .
Dari sisi bangunan, kompleks GPS mengusung konsep ramah lingkungan dengan dominasi material bambu. Deretan bambu kuning ditanam di sisi kanan dan kiri kawasan untuk menciptakan suasana yang lebih teduh. Pengelola juga menyediakan area bermain anak atau playground bagi keluarga yang ingin menikmati kuliner sembari membawa anak-anak .
Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas menyebut respons masyarakat terhadap pembukaan GPS cukup tinggi. Dalam tiga hari pertama operasional, jumlah kunjungan disebut meningkat signifikan. Pengunjung tidak hanya berasal dari Banyuwangi, tetapi juga dari luar daerah .
“Dengan konsep kuliner berbasis warga, lokasi strategis, serta pilihan menu tradisional dan modern, Gerbang Pulau Santen diproyeksikan bukan hanya sebagai tempat makan, tetapi juga ruang baru untuk menggerakkan UMKM lokal dan memperkuat pengalaman wisata di kawasan Pulau Santen,” pungkasnya .
