ISLAM LIVE – Presiden Prabowo Subianto terkejut mengetahui luas lahan yang masih terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 639,23 hektare. Dalam rapat terbatas pada 13/10/2026, Kepala BNPB Suharyanto mengonfirmasi angka tersebut, yang lebih rendah dari perkiraan awal Presiden.
“Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh ya,” ujar Prabowo, sebagaimana rekaman rapat yang diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Namun, angka 639,23 hektare masih memerlukan konteks. Suharyanto menyebut Kalimantan Tengah menyumbang 513,89 hektare, termasuk titik api baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Data tersebut menunjukkan bahwa penurunan luas kebakaran secara keseluruhan belum menghilangkan risiko di wilayah tertentu.
Persoalan lain muncul pada perbedaan basis statistik. Pada 29/9/2026, BNPB dilaporkan mencatat luas kumulatif terbakar sebesar 527,6 hektare di enam provinsi prioritas. Perbedaan dengan angka 639,23 hektare pada Oktober belum dijelaskan secara metodologis dalam bahan yang tersedia.
Di tengah situasi tersebut, laporan Radar Sampit menyebut Palangka Raya mencatat 5.031 kasus ISPA baru pada pekan pertama Oktober. Data ini masih memerlukan konfirmasi silang dari otoritas kesehatan.
Evaluasi karhutla karena itu perlu mempertimbangkan konsistensi data, dampak kesehatan masyarakat, serta pencegahan kebakaran gambut, bukan hanya luas lahan yang masih terbakar.
