ISLAM LIVE – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bali mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal agar dapat menembus pasar Arab Saudi yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang dikembangkan dari Bali.
Plt. (Pelaksana Tugas) Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Bali, Muhammad Nasihuddin, mengatakan peluang tersebut akan didorong melalui penyelenggaraan El-Hajj Bali Festival 2026. Festival yang akan digelar di Kabupaten Buleleng pada 11 Oktober 2026 itu dirancang memadukan expo UMKM, pentas budaya, edukasi, dan penguatan literasi perhajian.
“Kami berharap, dari Soenda Ketjil inilah Bali dapat berbicara dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah dengan mendorong produk lokal dapat menembus pasar penyelenggaraan haji dan umrah di Arab Saudi,” ujar Nasihuddin saat melakukan konsolidasi persiapan El-Hajj Bali Festival 2026 di Kabupaten Buleleng, Rabu (9/9/2026).
Menurut Nasihuddin, festival tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan produk-produk UMKM masyarakat sekaligus membuka perspektif mengenai peluang ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah.
El-Hajj Bali Festival 2026 akan melibatkan pelaku UMKM, stakeholder perhajian, serta elemen masyarakat di Kabupaten Buleleng. Dalam expo UMKM, masyarakat akan menawarkan kuliner halal dan produk-produk lokal yang diarahkan untuk dapat menembus pasar global.
Nasihuddin mengatakan Buleleng memiliki posisi penting dalam gagasan tersebut karena wilayah itu memiliki akar sejarah sebagai bagian dari kawasan Soenda Ketjil. Karena itu, ia berharap penguatan ekonomi haji dan umrah dapat turut berkembang dari Buleleng.
