ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Uzbekistan dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan wisata religi. Menurutnya, hubungan kedua negara memiliki fondasi kuat karena kedekatan sejarah dan tradisi keilmuan Islam.
Hal tersebut disampaikan Gus Irfan saat bertemu Wakil Gubernur Bukhara Botirjon Shahriyorov di Bukhara, Uzbekistan, Senin (7/9/2026).
Gus Irfan mengatakan Bukhara dan Samarkand memiliki posisi istimewa bagi masyarakat Indonesia karena dikenal sebagai pusat peradaban dan keilmuan Islam yang melahirkan banyak ulama yang pemikiran dan karyanya dikenal di Indonesia.
“Bukhara dan Samarkand memiliki tempat tersendiri di masyarakat Indonesia. Banyak tokoh yang datang dari daerah ini yang dikenal di Indonesia,” ujar Gus Irfan.
Menurutnya, kedekatan sejarah tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas kerja sama antara Indonesia dan Uzbekistan. Kerja sama dapat dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan, hubungan antarlembaga keagamaan, serta pengembangan wisata berbasis sejarah dan peradaban Islam.
Wakil Gubernur Bukhara Botirjon Shahriyorov menyambut baik peluang penguatan hubungan kedua negara. Ia mengatakan pemerintah Uzbekistan bangga dengan hubungan yang telah terjalin dengan Indonesia dan berharap kerja sama tersebut terus berkembang.
Dalam pertemuan tersebut, Imam Besar Bukhara turut menyampaikan mengenai kekayaan sejarah dan tradisi keilmuan yang menjadi bagian penting dari identitas Bukhara. Ia menyebut sejumlah peninggalan arsitektur di wilayah tersebut telah berusia lebih dari 1.000 tahun.
Gus Irfan menilai kekayaan sejarah dan tradisi keilmuan tersebut membuka ruang bagi Indonesia dan Uzbekistan untuk memperluas kerja sama, khususnya dalam bidang yang berkaitan dengan sejarah, pendidikan, keagamaan, dan wisata religi.
