ISLAM LIVE – BNPB beserta Komisi VIII DPR RI perkuat kapasitas dan tata kelola relawan penanggulangan bencana melalui kegiatan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (18/09/2026).
Kegiatan sosialisasi dan penguatan yang diikuti 150 peserta itu mempertemukan pemerintah, legislatif, organisasi kemanusiaan, komunitas relawan, akademisi, dunia usaha, dan media. Pembahasan mencakup peran relawan serta mekanisme koordinasi dan operasionalisasi di daerah.
Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo menyampaikan bahwa relawan berperan dalam seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya di Jawa Barat.
BNPB juga sedang menyelaraskan Rancangan Peraturan BNPB tentang Relawan Penanggulangan Bencana. Regulasi baru diarahkan mengakomodasi kebutuhan relawan, termasuk perlindungan, kompetensi, koordinasi, pendataan, dan mekanisme pengerahan.
Kolaborasi BNPB dan Komisi VIII DPR RI diarahkan membangun sistem relawan yang lebih terkoordinasi, inklusif, berbasis kompetensi, serta didukung data terintegrasi.
