ISLAM LIVE – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) menjelaskan secara transparan penyebab persoalan tersebut, mulai dari kemungkinan keterbatasan stok hingga keterlambatan pengiriman dan lemahnya antisipasi terhadap peningkatan kebutuhan.
“Jangan hanya menyampaikan bahwa stok BBM aman, sementara masyarakat masih harus mengantre panjang di SPBU.” Pernyataan Dony menyoroti pentingnya kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di tengah laporan antrean panjang di sejumlah wilayah, khususnya Bali Kamis (15/10/2026).
Dony meminta pemerintah dan PT Pertamina (Persero) menjelaskan secara transparan penyebab persoalan tersebut, mulai dari kemungkinan keterbatasan stok hingga keterlambatan pengiriman dan lemahnya antisipasi terhadap peningkatan kebutuhan.
Menurut Dony, antrean BBM di Bali berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat, transportasi wisata, logistik, serta aktivitas usaha. Karena itu, ia meminta Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM mengevaluasi pasokan, kecukupan stok terminal, dan jadwal pengiriman ke SPBU.
Dony menegaskan, ukuran keberhasilan distribusi bukan sekadar besarnya cadangan di terminal, melainkan kemampuan masyarakat memperoleh BBM tepat waktu dan dalam jumlah cukup.
Ia juga menyatakan akan memantau tindak lanjut persoalan tersebut melalui fungsi pengawasan DPR RI, termasuk meminta evaluasi lebih mendalam jika gangguan distribusi terus berulang.
