Analisis Pengamat HI: Alasan Amerika Memprovokasi Iran Keluar dari Perundingan Damai

12 views
Poto: Abdullah Assegaf, Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya Malang

ISLAM LIVE – Pengamat Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, Abdullah Assegaf, menilai upaya Amerika Serikat memprovokasi Iran agar keluar dari perundingan damai berkaitan dengan keinginan Washington mempertahankan posisinya sebagai kekuatan dominan di kawasan Timur Tengah.

“Masih ada upaya-upaya yang ingin dilakukan oleh Amerika Serikat untuk membuktikan bahwasanya Amerika masih menjadi kekuatan superior di kawasan Timur Tengah,” ujar Abdullah kepada media, Selasa 30/6/2026.

Menurut Abdullah, provokasi tersebut terlihat dari eskalasi yang kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dia menilai Amerika Serikat berharap Iran keluar dari perjanjian damai, namun hingga kini Teheran tidak terpancing dan memilih memberikan respons berupa serangan yang disebutnya terbatas.

Baca Juga:  Selesai Kunjungi Beijing, Donald Trump dan Xi Jinping Sepakati Babak Baru Hubungan AS-China

“Amerika ingin memprovokasi Iran agar Iran itu keluar dari perjanjian yang saya kira isi dari perjanjian itu sangat menguntungkan Iran. Tetapi nampaknya Iran tidak terprovokasi,” katanya.

Selain itu, Abdullah menilai Amerika Serikat juga menghadapi tekanan sehingga perlu kembali melanjutkan proses perundingan. Menurutnya, tekanan tersebut berkaitan dengan kondisi cadangan energi Amerika Serikat serta dampak konflik yang dirasakan sejumlah negara di kawasan Teluk.

“Saya melihat Amerika itu di ujung tanduk ketika mau kembali kepada perundingan karena cadangan energi Amerika Serikat itu sudah sangat terbatas, hanya bisa bertahan hingga empat minggu,” ujarnya.

Dia mengatakan negara-negara Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, dan Turki juga mendorong agar perang segera diakhiri karena konflik telah berdampak pada sektor pariwisata dan produksi energi di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Indonesia Utus Menlu dan Ketua MPR Hadiri Pemakaman Imam Khamenei

Karena itu, Abdullah berpendapat Amerika Serikat tidak memiliki pilihan lain selain kembali ke meja perundingan. Namun, Dia menilai proses tersebut masih menghadapi tantangan karena hubungan kedua negara dilandasi tingkat kepercayaan yang rendah.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA