Analis: Perang Baru di Yaman Akan Lebih Sulit bagi Houthi

3 views
Warga Yaman bersenjata mengacungkan senjata mereka saat berunjuk rasa dalam solidaritas dengan Lebanon dan Iran di pinggiran ibu kota Sanaa yang dikuasai Houthi, pada 2 Juli 2026.

ISLAM LIVE – Kemungkinan pecahnya kembali perang di Yaman dinilai akan menghadirkan tantangan yang lebih berat bagi kelompok Houthi dibandingkan beberapa tahun lalu. Sejumlah analis menilai perubahan kondisi politik dan militer selama masa gencatan senjata telah memperkuat posisi pemerintah Yaman beserta faksi-faksi anti-Houthi.

Senior Yemen Analyst di International Crisis Group, Ahmed Nagi, mengatakan pemerintah Yaman kini menunjukkan koordinasi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Menurutnya, berkurangnya perpecahan di internal pemerintahan menjadi salah satu faktor yang dapat mengubah dinamika konflik apabila perang kembali pecah.

“Dibandingkan dengan awal tahun ini, Dewan Kepemimpinan Presiden tidak terlalu terpecah belah, dan pengambilan keputusan tampak lebih terkoordinasi.” kata Nagi seperti lansiran Al Jazeera pada 27/7/2026  .

Baca Juga:  Di Balik Hat-trick Bersejarah, Ousmane Dembélé Teguhkan Identitas Muslim di Puncak Karier

Ia menambahkan bahwa Arab Saudi kini berperan sebagai aktor regional utama yang bekerja lebih erat dengan berbagai faksi anti-Houthi. Menurut Nagi, kondisi tersebut menempatkan pemerintah Yaman pada posisi yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya dan berpotensi menyulitkan Houthi apabila konfrontasi militer kembali terjadi.

Nagi menilai hasil perang nantinya akan sangat bergantung pada cara pemerintah Yaman mengelola operasi militernya. Jika kampanye dilakukan dengan koordinasi yang lebih baik serta strategi yang terpadu, tekanan terhadap Houthi dapat meningkat sekaligus menggeser keseimbangan kekuatan di lapangan.

Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan di Yaman kembali meningkat setelah Houthi mengklaim menyerang dua kapal Saudi di Laut Merah menggunakan rudal dan pesawat nirawak. Pada saat yang sama, bentrokan juga terjadi antara pasukan Houthi dan pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman di Provinsi Dhale, memunculkan kekhawatiran bahwa konflik berskala penuh dapat kembali pecah setelah empat tahun masa relatif tenang.

Baca Juga:  Peneliti Internasional: Khamenei Jauh Lebih Kuat Secara Simbolis dalam Kematian
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA