Dukungan Palestina Jadi Dasar MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

4 views
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, dalam diskusi bertajuk “Studi Analisis: Pakta Pertahanan Mekkah dan Dampaknya bagi Dunia” di Yunus Emre Enstitüsü, Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Mochammad Zhacky/inilah.com)

ISLAM LIVE – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan dukungan terhadap Palestina harus tercermin dalam sikap nyata, bukan sekadar pernyataan. Pandangan itu menjadi dasar penolakan MUI terhadap rencana konser Andrea Bocelli di Indonesia, yang dinilai menyangkut konsistensi dukungan Indonesia terhadap Palestina di tengah perubahan geopolitik global.

“Haram hukumnya mendukung Israel dan mendukung pendukung Israel. Maka MUI sejak awal minta menolak kehadiran Andrea Bocelli,” kata Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, di Yunus Emre Enstitüsü, Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan Sudarnoto dalam diskusi bertajuk “Studi Analisis: Pakta Pertahanan Mekkah dan Dampaknya bagi Dunia”. MUI menyoroti penampilan Bocelli dalam acara Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010. Atas dasar itu, Sudarnoto menyatakan penolakan terhadap rencana konser tersebut dan meminta pemerintah menyampaikan keputusan secara terbuka. Konser Bocelli dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta pada 3 November 2026.

Sudarnoto menegaskan penolakan MUI berangkat dari pandangan bahwa dukungan terhadap Palestina harus tercermin dalam sikap nyata. Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup dilihat dari sisi pertunjukan musik maupun potensi keuntungan ekonomi.

Baca Juga:  Benyamin Davnie: Rp4 Miliar untuk 72 PAUD, Investasi Bukan Biaya!

“Dua hari yang lalu saya sudah mengundang seluruh ormas Islam, kemudian lembaga-lembaga, tokoh lintas agama, membela Palestina, menyatakan kembali, menegaskan kembali, mari kita memboikot Andrea Bocelli supaya tidak datang ke Indonesia, ke Magelang ataupun ke Jakarta untuk sebuah konser,” ujarnya.

MUI sebelumnya bertemu dengan Kementerian Pariwisata di Kantor MUI Pusat, Menteng, pada 13 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Kemenpar Bayu Aji menyatakan komitmen pemerintah untuk menghormati dan mengikuti keputusan serta arahan MUI terkait konser Bocelli. Namun, Sudarnoto menilai belum ada keputusan konkret yang diumumkan pemerintah.

“Jadi, sekarang pemerintah belum bersikap setelah bertemu dengan MUI. MUI sudah bijak, saya sudah lebih dari 1 minggu. Sampaikan dong,” ucapnya.

Di luar polemik konser, Sudarnoto menyoroti peluang Indonesia memainkan peran lebih besar dalam percaturan dunia Islam. Menurutnya, populasi Muslim terbesar di dunia merupakan modal penting, tetapi perlu didukung koordinasi politik, diplomasi, dan kepemimpinan yang kuat.

Baca Juga:  Cabai Melekat dalam Tradisi Kuliner Indonesia, dari Sambal hingga Seblak

“Nah, karena itu, posisi dunia Islam itu penting. Poin saya adalah kokohnya dunia Islam, penting sekali di kalangan masyarakat dan juga di kalangan negara,” katanya.

Ia secara khusus menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki peluang memperkuat peran Indonesia di tingkat internasional.

“Pak Prabowo, khusus Pak Prabowo, itu punya potensi yang sangat besar. Karena Indonesia juga besar, Pak Prabowo tidak akan menjadi besar dan siapa pun tidak akan menjadi besar kalau negeri kita tidak besar,” ujar Sudarnoto.

“Justru karena negeri besar, negeri kita bisa, dari segala apa pun. Maka, kepemimpinan kita, pemimpin-pemimpin kita harus orang-orang yang berjiwa besar, pemberani, dan berakal sehat,” lanjutnya.

Bagi Sudarnoto, solidaritas terhadap Palestina perlu berjalan seiring dengan upaya memperkuat posisi Indonesia dalam membangun tatanan internasional yang adil. Konsolidasi negara-negara Muslim, menurutnya, menjadi salah satu unsur penting untuk memperjuangkan kepentingan kemanusiaan.

“Karena kita berharap peradaban ke depan itu peradaban yang adil. Yang memelihara kemanusiaan, senyum, rasa justice, keadilan,” tegas Presiden Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (AP-CAP) tersebut.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA