ISLAM LIVE – Sulsel Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp9,64 miliar selama penyelenggaraan pada 16–18 Oktober 2026 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selain mendorong transaksi, kegiatan ini membuka peluang perluasan pasar bagi UMKM melalui kurasi produk untuk Haji dan Umrah Store serta penjajakan kemitraan dengan perusahaan asal Arab Saudi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, mengatakan potensi ekonomi haji dan umrah perlu dimanfaatkan untuk memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam negeri. Kebutuhan jemaah dapat menjadi peluang bagi UMKM untuk mengembangkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Ekosistem haji dan umrah memiliki potensi ekonomi yang besar dan melibatkan berbagai sektor usaha. Kita ingin potensi ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM Indonesia, sehingga produk dalam negeri memiliki kesempatan lebih luas untuk memenuhi kebutuhan jemaah dan berkembang di pasar,” ujar Jaenal di Gowa, Minggu (18/10/2026).
Perputaran ekonomi selama expo berasal dari berbagai aktivitas usaha, termasuk transaksi tenant, paket umrah, akomodasi, dan layanan pendukung. Aktivitas tersebut melibatkan sejumlah sektor usaha yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah.
Untuk memperluas akses pasar, sebanyak 30 UMKM tengah menjalani proses kurasi produk untuk Haji dan Umrah Store. Produk-produk tersebut dinilai berdasarkan kesesuaiannya dengan kebutuhan jemaah haji dan umrah agar berpeluang menjangkau pasar yang lebih terarah.
Upaya penjajakan kemitraan juga dilakukan melalui kegiatan business matching yang mempertemukan 24 UMKM dengan dua perusahaan asal Arab Saudi. Pertemuan ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan menjajaki peluang kerja sama dengan calon mitra bisnis.
