ISLAM LIVE – Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Asy-Syu’ara’ ayat 192–195. Pemilihan bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci ini menyimpan sejumlah hikmah yang dapat dipahami dari penjelasan ayat-ayat Al-Qur’an dan pandangan para ulama.
وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ, نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ, عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ, بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ
Latin: Wa innahoo latanzeelu Rabbil ‘aalameen. Nazala bihir Roohul Amin. ‘Alaa qalbika litakoona minal munzireen. Bilisaanin ‘Arabiyyim mubeen.
Artinya: “Dan sungguh, (Al-Qur’an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.”
Salah satu hikmah utama adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai acuan bersama bagi umat Islam di berbagai negara. Umat Islam berasal dari berbagai bangsa dan menggunakan bahasa sehari-hari yang berbeda. Namun, teks asli Al-Qur’an tetap menggunakan bahasa Arab. Kesamaan teks ini memungkinkan umat Islam di berbagai negara membaca ayat yang sama dalam bahasa aslinya. Sementara itu, terjemahan bisa membantu mereka memahami pesan ayat sesuai dengan bahasa yang dikuasai.
Hikmah lainnya adalah memudahkan penyampaian wahyu kepada masyarakat pertama. Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyampaikan wahyu kepada masyarakat Arab, sehingga penggunaan bahasa yang mereka pahami menjadi hal penting dalam proses penyampaian ajaran Islam. Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa ajaran yang disampaikan kepada suatu masyarakat sewajarnya menggunakan bahasa yang dipahami oleh masyarakat tersebut. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 4:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Latin: Wa maaa arsalnaa mir Rasoolin illaa bilisaani qawmihee liyubaiyina lahum faiudillul laahu mai yashaaa’u wa yahde mai yashaaa’; wa Huwal ‘Azeezul Hakeem.
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat menjadi anggota
