Dompet Dhuafa Ingin Kolaborasi Lebih Erat dengan Kementerian Agama

2 views
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (tengah) saat menerima audiensi Dompet Dhuafa di Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).(Foto: DD)

ISLAM LIVE – Dompet Dhuafa ingin memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dalam bidang dakwah, sosial, dan kemanusiaan. Hal itu disampaikan Deputi Direktur 1 Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Juperta Panji Utama, usai audiensi dengan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).

“Kunjungan ini kami maksudkan untuk mempererat sinergi antara Dompet Dhuafa dan Kementerian Agama dalam program dakwah, sosial, dan kemanusiaan. Kami berharap kolaborasi ini memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat di wilayah 3T maupun para diaspora yang rindu akan syiar Islam khas tanah air,” tutur Juperta.

Menurut Juperta, komitmen dakwah Dompet Dhuafa telah berkembang sejak embrio awal lembaga pada 1993. Sementara itu, program dakwah bagi diaspora telah berjalan konsisten lebih dari satu dekade. Program Dai Transformatif dan Dai Ambassador menjadi dua jalur yang dikembangkan Cordofa untuk menjangkau masyarakat di dalam negeri maupun komunitas Muslim Indonesia di mancanegara.

Baca Juga:  Anggaran Pendidikan Rp820,9 T, Gaji Guru Tak Naik, Menkeu: Belum Direncanakan

Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung penguatan dakwah Islam moderat melalui pengiriman dai ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta komunitas Muslim Indonesia di luar negeri. Ia mengapresiasi program Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa), khususnya Dai Transformatif untuk wilayah 3T dan Dai Ambassador yang menjangkau diaspora Muslim di berbagai negara.

Menurut Menag, pengiriman dai bukan sekadar memperluas jangkauan dakwah, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang damai dan moderat kepada masyarakat dunia. “Saya memberikan apresiasi dan wajib memberikan dukungan terhadap komunitas yang konsisten mengusung Islam moderat. Kepribadian bangsa Indonesia itu moderat. Maka saya minta rekan-rekan Dompet Dhuafa dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjunjung tinggi nilai ini,” tegas Nasaruddin.

Nasaruddin menilai dakwah yang membumi dan inklusif berperan penting dalam menjaga kedamaian antarumat beragama. Karena itu, kehadiran dai di wilayah 3T perlu diperkuat agar masyarakat di daerah terpencil memperoleh akses pembinaan keagamaan. “Mengirim mubaligh ke daerah 3T dan luar negeri ini sangat penting, agar dunia belajar Islam dari Indonesia. Islam Indonesia itu identik dengan kedamaian,” ujar Menag.

Baca Juga:  Menhaj: Sulsel Sumbang 25 Persen Belanja Haji Nasional Rp4 Triliun

Audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama pemerintah dan lembaga filantropi dalam memperluas jangkauan dakwah yang inklusif. Melalui Cordofa, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan dai yang tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan nilai kemanusiaan. Kolaborasi ini diharapkan memperluas akses pembinaan keagamaan di wilayah 3T sekaligus memperkuat peran diaspora dalam memperkenalkan Islam Indonesia yang moderat di tingkat internasional. Dengan demikian, pengiriman dai berpotensi menjadi bagian dari diplomasi masyarakat yang melengkapi hubungan antarlembaga dan antarnegara.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA