ISLAM LIVE – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan kelompok Houthi telah melancarkan 20 serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sepanjang Oktober 2026. Juru bicara koalisi Turki al-Maliki mengatakan serangan tersebut menewaskan 17 orang dan melukai 333 lainnya, di tengah meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur sipil Saudi.
Pernyataan itu disampaikan Al-Maliki kepada wartawan pada Kamis (15/10/2026). Bandara Internasional King Khalid merupakan salah satu pusat penerbangan internasional utama Arab Saudi. Koalisi menyoroti serangkaian serangan tersebut sebagai ancaman terhadap fasilitas penerbangan sipil dan keamanan masyarakat.
Selain Riyadh, koalisi juga melaporkan serangan Houthi terhadap Bandara Abha di barat daya Arab Saudi, dekat perbatasan Yaman. Menurut Al-Maliki, serangan di bandara tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 28 lainnya.
Koalisi menuduh Houthi telah memperoleh teknologi militer canggih dengan bantuan sejumlah aktor regional. Teknologi yang disebut mencakup rudal balistik, drone, dan kapal cepat bermuatan bahan peledak. Iran sebelumnya dilaporkan memberikan senjata, pendanaan, dan pelatihan kepada Houthi, meskipun Teheran secara resmi membantah mempersenjatai kelompok tersebut dengan melanggar embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Al-Maliki juga mengatakan koalisi telah menghancurkan 127 fasilitas penyimpanan senjata dan landasan peluncuran di wilayah pegunungan Yaman. Ia mendesak Houthi segera menghentikan operasi yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil.
