ISLAM LIVE – Kebakaran hutan mengancam habitat orangutan di Kalimantan dan Sumatra. Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), pusat rehabilitasi satwa di Ketapang, Kalimantan Barat, kini merawat 90 orangutan setelah menyelamatkan 49 ekor sejak Agustus. Lonjakan penyelamatan ini terjadi di tengah kebakaran yang disebut sebagai salah satu yang terburuk dalam satu dekade terakhir.
Kebakaran yang terutama melanda Kalimantan dan Sumatra mulai terjadi pada Juli dan diperkirakan dapat berlanjut hingga November. Pemerintah memperingatkan bahwa pola cuaca El Niño yang kuat memperburuk kondisi tersebut. Asap kebakaran juga menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan dan menyebar ke Singapura serta Semenanjung Malaysia, memicu gangguan kesehatan dan penutupan sejumlah sekolah.
Karmele Llano Sanchez, salah satu pendiri YIARI yang telah bekerja di Indonesia selama lebih dari 20 tahun, mengatakan situasi saat ini mengingatkannya pada kebakaran 2015. Ia memperingatkan bahwa orangutan dapat menghadapi kekurangan makanan dan habitat jika kebakaran terus meluas dan kawasan hutan yang tersisa semakin menyusut.
“Dalam beberapa bulan mendatang, mereka mungkin terdampak karena kekurangan makanan, ruang, dan habitat, serta menghadapi kelaparan,” kata Sanchez, sebagaimana dikutip Reuters.
Juru bicara YIARI, Heribertus Suciadi, mengatakan pusat rehabilitasi tersebut biasanya hanya menyelamatkan tiga hingga lima orangutan per tahun selama tiga tahun terakhir. Sementara itu, petugas patroli YIARI, Relly Susanto, mengatakan kebakaran di berbagai wilayah mendorong orangutan berpindah ke perkebunan. Untuk menemukan satwa yang terancam, tim menggunakan drone guna memetakan area terdampak sebelum melakukan penyelamatan langsung.
