ISLAM LIVE – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Sleman akan diwarnai berbagai kegiatan, mulai dari upacara dan kirab santri hingga Program Santri Preneur 2026. Upacara dan kirab santri dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 di Lapangan Pemda Sleman.
Rangkaian kegiatan tersebut disiapkan Kantor Kementerian Agama Sleman menjelang HSN yang jatuh pada 22 Oktober mendatang. Sebelumnya, pada Rabu, 14 Oktober 2026, Kemenag Sleman menggelar reresik atau bersih-bersih di Pondok Pesantren Ashsholihah dan Pondok Pesantren Anwar Futuhiyyah Tempel dengan melibatkan penyuluh agama serta pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman.
Kepala Kantor Kemenag Sleman, Nadhif, menjelaskan bahwa reresik pondok pesantren menjadi wujud gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan penguatan kerukunan di tengah keberagaman. “Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong royong harus terus dihidupkan, disertai komitmen menjaga kerukunan dan menghormati keberagaman sebagai modal membangun masyarakat yang damai dan harmonis,” kata Nadhif, Rabu, 14 Oktober 2026.
Reresik pondok juga akan menyasar Pondok Pesantren Al-Ikhlas Berbah pada 20 Oktober 2026. Selain itu, HSN di Sleman diwarnai program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Pondok Pesantren Ashsholihah Mlati, Al-Fitroh Wahid Hasyim Depok, dan Al-Ikhlas Berbah. Semarak Hari Santri juga diisi dokumentasi video kegiatan pesantren pada 10–20 Oktober.
Program Santri Preneur 2026 menjadi salah satu kegiatan yang menyoroti aspek kreativitas dan kemandirian ekonomi santri. Nadhif menuturkan, HSN 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Menurutnya, HSN menjadi momentum penguatan pendidikan karakter, toleransi, kepedulian sosial, dan kebiasaan hidup rukun.
“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kemenag Sleman berharap santri semakin berperan dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, peduli lingkungan, dan menjunjung tinggi toleransi serta persatuan bangsa menuju Indonesia Emas,” ucap Nadhif.
Dengan rangkaian kegiatan yang beragam, peringatan Hari Santri di Sleman diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum memperkuat peran santri dalam kehidupan masyarakat. Berbagai program yang disiapkan menyentuh aspek lingkungan, pendidikan, kerukunan, hingga kemandirian ekonomi, sejalan dengan semangat tema HSN 2026.
