ISLAM LIVE – Kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung berbulan-bulan di Indonesia memicu lonjakan penyakit pernapasan dan menyelimuti sejumlah negara Asia Tenggara dengan kabut asap berbahaya. Singapura dan Malaysia turut terdampak parah dalam sepekan terakhir, sementara penanganan kebakaran oleh pemerintah Indonesia menuai kritik dari negara-negara tetangga.
Kebakaran terutama terjadi di kawasan hutan dan lahan gambut Sumatra dan Kalimantan. Kondisi panas dan kering akibat fenomena super-El Niño mempercepat penyebaran api, sementara musim kemarau yang dimulai lebih awal dan berlangsung lebih lama memperburuk situasi. Indonesia terakhir mengalami kebakaran dengan intensitas serupa pada 2015, ketika kondisi El Niño juga sangat kuat.
Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ratusan ribu hektare. Data resmi pemerintah yang tersedia hingga Juli mencatat sekitar 202.000 hektare lahan terbakar. Namun, kelompok lingkungan Auriga memperkirakan lebih dari 637.000 hektare terdampak selama Januari–Agustus, sedangkan pemantau deforestasi Nusantara Atlas memperkirakan luasnya mendekati 900.000 hektare.
Dampak terhadap kesehatan masyarakat terus meningkat. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan 283.270 kasus penyakit pernapasan yang dikaitkan dengan kebakaran tercatat di tujuh provinsi hingga 13 Oktober. Angka itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan 113.336 kasus pada 9 September. Sementara itu, emisi kebakaran Indonesia menyumbang hampir separuh total emisi kebakaran global selama tujuh hari terakhir, menurut Fire Emissions Watch milik layanan pemantauan atmosfer Copernicus Uni Eropa.
Kabut asap juga mengganggu aktivitas masyarakat di negara tetangga. Pembacaan PM2.5 selama satu jam di wilayah barat Singapura mencapai 284 mikrogram per meter kubik pada Rabu, memasuki kategori sangat tinggi menurut Badan Lingkungan Nasional Singapura. Sejumlah sekolah di Indonesia, Timor-Leste, dan beberapa negara bagian Malaysia terpaksa ditutup. Di Indonesia, hampir 2.000 penerbangan terdampak selama periode 11 Agustus hingga 12 Oktober.
