ISLAM LIVE – Kementerian Kesehatan mencatat 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terkait kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 14 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 63.711 kasus dialami anak berusia di bawah lima tahun.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, menyebut kasus pada kelompok usia di atas lima tahun mencapai 219.559 kasus yang tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Kalimantan Selatan mencatat 74.636 kasus, disusul Sumatera Selatan dengan 74.458 kasus.
Kemenkes juga melaporkan mobilisasi 2.106 tenaga medis dan kesehatan serta distribusi lebih dari 2,8 juta masker untuk mendukung penanganan dampak karhutla.
Namun, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, pada 12/10/2036 menyoroti keluhan masyarakat mengenai respons pemerintah daerah dan pelayanan rumah sakit bagi pasien terdampak asap.
“Tidak sekadar membagikan masker, kemudian tidak ada tindakan apa pun,” ujarnya.
Lonjakan kasus ISPA menegaskan perlunya memastikan layanan kesehatan dapat diakses masyarakat, termasuk kelompok rentan. Penanganan dampak asap juga perlu berjalan beriringan dengan pengendalian karhutla agar perlindungan kesehatan tidak hanya berfokus pada akibat, tetapi juga pencegahan sumber paparan.
