ISLAM LIVE – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pentingnya memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri, termasuk melalui peluang beasiswa pendidikan sarjana atau S1 di berbagai perguruan tinggi.
Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said berharap para santri memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. “Memastikan bahwa anak-anak kita ke depannya bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S1 di berbagai perguruan tinggi yang memang nanti dibutuhkan oleh bangsa, dengan memilih program-program studi yang bermacam-macam,” kata Basnang Said, Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, saat dikonfirmasi Inilah.com, Kamis (8/10/2026).
Menurut Basnang, perluasan akses tersebut menjadi salah satu harapan Kemenag dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026. Santri diharapkan tidak hanya kuat dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu bersaing di dunia pendidikan tinggi.
Selain soal beasiswa, Kemenag juga menyoroti kesejahteraan guru pesantren. “Harapan Kementerian Agama berkaitan dengan Hari Santri adalah, Bapak Presiden Prabowo telah menjadikan Direktorat Pesantren menjadi unit eselon I. Tentu ke depannya, anggaran negara bisa digunakan untuk lebih menyejahterakan guru-guru di pondok pesantren,” ujarnya.
Basnang menilai penguatan kelembagaan Ditjen Pesantren menjadi peluang untuk meningkatkan dukungan pemerintah. Status eselon I dinilai membuka ruang lebih besar bagi pemanfaatan anggaran negara untuk kepentingan pesantren.
Kemenag mengangkat tema Hari Santri 2026 “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. Tema ini menegaskan pentingnya menjaga tradisi pesantren sekaligus memperkuat kontribusi santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan tema tersebut, peringatan Hari Santri 2026 diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus perencanaan agenda ke depan. Penguatan tradisi pesantren dinilai harus berjalan seiring peningkatan kualitas pendidikan santri.
Basnang berharap kebijakan ke depan semakin membuka jalan bagi santri untuk mengenyam pendidikan tinggi. Program studi yang dipilih pun diharapkan sesuai dengan kebutuhan bangsa.
Melalui perluasan beasiswa dan peningkatan kesejahteraan guru, Kemenag optimistis pesantren dapat terus berkontribusi bagi pembangunan nasional. Hari Santri 2026 menjadi titik awal penguatan tersebut.
