ISLAM LIVE – Kementerian Agama (Kemenag) mulai mematangkan sejumlah agenda untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026, mulai dari kegiatan pendukung hingga rapat koordinasi lintas pemangku kepentingan.
Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan sejumlah kegiatan pendukung Hari Santri telah dilaksanakan. Salah satunya side event berupa Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) yang digelar di Malang. “Jadi, pertama side event-nya Hari Santri kan sudah dilaksanakan di Malang kemarin, itu adalah PBSN. Lalu kegiatan berikutnya adalah Rapat Koordinasi Nasional dengan gubernur, wali kota, bupati se-Indonesia yang memiliki perda tentang pesantren. Itu kita akan kumpulkan nanti di Oktober ini,” kata Basnang Said, Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, saat dikonfirmasi Inilah.com, Kamis (8/10/2026).
Menurut Basnang, Rakornas tersebut menjadi salah satu agenda Direktorat Jenderal Pesantren dalam program 100 hari kerja. Kegiatan ini melibatkan gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia yang memiliki peraturan daerah tentang pesantren.
Tidak berhenti pada pemerintah daerah, Kemenag juga merencanakan Rakornas bersama kementerian dan lembaga untuk membahas berbagai persoalan pesantren. Selain itu, Kemenag berencana menggelar rapat koordinasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
“Programnya, ini kan ada juga program 100 harian Direktorat Jenderal Pesantren. Program yang kita lakukan itu tadi kan Rakornas. Lalu yang Rakornas gubernur, kepala daerah. Lalu yang kedua, kita juga akan melakukan rapat koordinasi nasional dengan kementerian dan lembaga, dan organisasi kemasyarakatan Islam,” ujarnya.
Terkait tema dan logo Hari Santri Nasional 2026, Kemenag mengangkat tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”. Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga tradisi pesantren sekaligus memperkuat kontribusi santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kemenag juga memberikan ruang kepada masing-masing pondok pesantren untuk menyelenggarakan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan. Basnang menegaskan peringatan Hari Santri harus menjadi momentum yang menggembirakan bagi para santri.
“Iya, silakan masing-masing pondok pesantren melaksanakan agenda yang penting kira-kira dalam rangka Hari Santri, riang gembira, dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan, tidak menguras budget, dan kemudian santri dalam keadaan bergembira,” pungkasnya. Dengan begitu, peringatan Hari Santri 2026 diharapkan berlangsung meriah namun tetap sederhana.
