ISLAM LIVE – Turki sedang mengkaji bentuk dukungan pertahanan bagi Arab Saudi di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman. Sementara itu, Suriah mempertimbangkan sejumlah opsi bantuan militer untuk membantu kerajaan tersebut menghadapi ancaman serangan.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pada Kamis (8/10/2026) bahwa Ankara tengah mengevaluasi kebutuhan pertahanan Arab Saudi bersama para pejabat militer. Dukungan yang dipertimbangkan mencakup pertahanan udara, peperangan elektronik, dan bantuan teknis.
Fidan menegaskan bahwa kerja sama tersebut bersifat defensif, bukan ofensif. Ia menyatakan Turki tidak akan mengirim pasukan ke negara lain untuk melakukan serangan di wilayahnya. Dengan demikian, bentuk dan kontribusi bantuan Turki masih perlu dibedakan dari keterlibatan langsung dalam operasi ofensif di Yaman.
Di sisi lain, seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat dan seorang pejabat pertahanan Suriah mengatakan kepada Reuters bahwa Damaskus sedang mempertimbangkan sejumlah opsi dukungan militer. Pilihan tersebut mencakup bantuan defensif untuk melindungi Arab Saudi dari serangan maupun kemungkinan pengerahan pasukan untuk membantu menghadapi Houthi.
Seorang diplomat yang menanggapi permintaan komentar mengenai posisi Suriah menyatakan bahwa Damaskus mendukung Arab Saudi. Namun, Suriah juga masih memprioritaskan urusan dalam negeri, termasuk pemulihan setelah perang saudara. Hingga laporan Reuters diterbitkan, opsi bantuan militer tersebut belum menjadi keputusan final yang dikonfirmasi.
Upaya mencari dukungan regional berlangsung ketika perang saudara Yaman kembali memanas. Houthi dilaporkan merebut sejumlah wilayah pesisir Laut Merah, termasuk kawasan dekat Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Pasukan yang didukung Arab Saudi kemudian melancarkan serangan balasan dan merebut kembali sejumlah wilayah di sekitar selat tersebut.
Meski demikian, pertempuran masih berlangsung di sejumlah front. Houthi juga dilaporkan menguasai wilayah di sepanjang jalur pegunungan utama menuju Aden dan mengepung Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman. Konflik yang kembali berkobar tersebut telah menyebabkan sekitar 200.000 orang mengungsi sejak pertempuran meningkat, menurut laporan Reuters.
