Pelestari Budaya Daerah Jadi Sorotan DPD RI Awards 2026

1 views
Kandidat DPD RI Awards Kategori Pelestari Budaya Daerah

ISLAM LIVE – DPD RI Awards 2026 kategori Pelestari Budaya Daerah kembali menyoroti sosok-sosok yang berjasa menghidupkan warisan budaya Nusantara. Sepuluh kandidat terpilih, dengan satu orang nantinya menerima penghargaan.

Penghargaan itu ditujukan bagi individu yang memiliki inovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya daerah serta aktif mempromosikan budaya daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu kandidat, Anitawati, berhasil merevitalisasi Tenun Tidore atau Puta Dino Kayangan yang sempat hilang lebih dari 100 tahun. Berbekal riset arsip sejarah dan penelusuran jejak penenun, ia merekonstruksi teknik, motif, dan filosofi tenun sebagai identitas budaya Kesultanan Tidore.

Tenun Tidore yang dikembangkannya bahkan tampil di berbagai ajang internasional, seperti Indonesia New York Fashion Week 2022, Kyoto 2023, Cape Town 2023, Paris 2024, dan Rabat 2024, serta menembus pasar ekspor melalui outlet di Hamburg, Jerman.

Baca Juga:  Pemprov Sulteng dan Kemenhaj Percepat Pengajuan Embarkasi Antara Palu

Kandidat lain, Alfonsa Raga Horeng, mendirikan Sentra Tenun Lepo Lorun di Flores, NTT, yang memberdayakan perempuan untuk menjaga warisan tenun ikat tradisional. Ia tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadikannya sumber pendapatan berkelanjutan bagi perempuan.

Ada pula Maulana Muhammad Syuhada yang sejak 2002 melestarikan angklung di berbagai negara. Pada 2015, ia mendirikan Tim Muhibah Angklung dan telah melakukan enam kali misi budaya ke Eropa, Australia, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.

Sementara itu, Mugiyono Kasido merupakan maestro tari yang menelurkan sejumlah karya fenomenal. Karyanya “Kabar Kabur” telah dipentaskan 138 kali di 25 negara dan lima benua sejak 2000 hingga 2024.

Baca Juga:  Gus Yasin Minta Tradisi Keilmuan Pesantren Tetap Dijag

Kandidat lainnya adalah Cletus Beru, pelestari budaya Desa Umauta di Sikka, NTT; Endang Dzunuraini, pendiri Sanggar Mbah Guru di Lamongan; dan Juwandi, penggerak Desa Budaya Bukit Batu di Bengkalis, Riau. Kemudian Leni Febrianti dengan Batik Kagano Bengkulu Utara, Muhammad Ridwan Alimuddin dengan kebudayaan bahari Mandar, serta Poltak Tambunan dengan sastra modern berbahasa Batak.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA