Model Wisata Transit Turkiye Dinilai Bisa Diterapkan di Malaysia

2 views
Direktur Jenderal Islamic Tourism Center Malaysia Mohammad Faisal bin Abu Suaib Khan

ISLAM LIVE – Pengalaman Turkiye mengelola wisata transit dinilai berpotensi diterapkan di negara lain, termasuk Malaysia. Model ini memberi gambaran singkat kepada penumpang dengan waktu transit panjang agar tertarik kembali dan tinggal lebih lama.

Direktur Jenderal Islamic Tourism Center Malaysia Mohammad Faisal bin Abu Suaib Khan mengatakan pengalamannya sendiri saat transit di Istanbul menunjukkan model pariwisata Turkiye yang berpotensi diterapkan di Malaysia.

“Turkiye memiliki pengalaman dalam mengelola warisan sejarah. Cara Anda menghasilkan pendapatan dari monumen bersejarah sekaligus mendapatkan pendanaan untuk memperbaiki, merawat, dan mengelolanya sangat penting karena konservasi membutuhkan biaya yang sangat besar,” kata Faisal, Direktur Jenderal Islamic Tourism Center Malaysia, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (5/10/2026).

Saat transit sekitar delapan jam di Istanbul dalam perjalanan menuju Kazan, Rusia, Faisal dan seorang rekannya mendapat tawaran mengikuti tur kota dari Turkish Airlines. Mereka dibawa dari bandara ke kota, lalu mengikuti pelayaran untuk melihat bangunan bersejarah di sepanjang Selat Bosphorus, disertai penjelasan sejarah dan makan sebelum kembali ke bandara.

Baca Juga:  "Raja Menunggal Bersama Rakyat", Ruh Tradisi Erau Adat Kutai 2026

“Itu merupakan tawaran yang sangat menarik karena mereka memberikan pengalaman singkat dan sederhana yang membuat kami ingin kembali lagi,” ujarnya.

Faisal berharap Malaysia dapat mengembangkan model serupa bagi penumpang dengan waktu transit panjang di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA). Menurutnya, wisatawan bisa diajak ke Kuala Lumpur, menikmati pengalaman singkat, lalu tertarik kembali lagi. Pola ini dinilai bisa ditiru negara Muslim lain yang memiliki bandara transit dan destinasi dekat.

Selain wisata transit, Malaysia juga memiliki pengalaman dalam membangun standar terstruktur bagi pariwisata ramah Muslim. Islamic Tourism Center, lembaga di bawah Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia, mengembangkan standar, penelitian, pelatihan, dan program peningkatan kapasitas untuk sektor pariwisata serta perhotelan ramah Muslim.

Salah satu program utamanya adalah Muslim-Friendly Tourism and Hospitality Assurance and Recognition, yang memberikan pengakuan kepada pelaku usaha pariwisata yang memenuhi persyaratan dalam melayani wisatawan Muslim. Lebih dari 500 pelaku usaha dan layanan di Malaysia telah terdaftar sebagai ramah Muslim, termasuk 73 hotel, 39 agen perjalanan, 11 pusat spa, dan 390 pemandu wisata.

Baca Juga:  Keren! Home Sweet Loan The Musical Perluas Nilai Komersial IP Lokal

Menariknya, kerangka pengakuan itu terus diperluas ke sejumlah negara non-Muslim, termasuk Rusia, Taiwan, Indonesia, Korea Selatan, dan Brasil. Menurut Faisal, standar ramah Muslim dapat memberi manfaat khusus di negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim, karena wisatawan mungkin lebih sulit menemukan hotel, restoran, dan layanan yang sesuai kebutuhan mereka.

“Untuk negara non-Muslim, kami bekerja sama dengan lembaga sertifikasi halal. Produk mereka saat ini adalah sertifikasi halal, sehingga kami menambahkan produk lain, yaitu Muslim-Friendly Assurance Recognition,” katanya.

Faisal menilai peningkatan kerja sama antara Turkiye dan Malaysia juga dapat mendorong wisatawan menggabungkan kedua negara sebagai destinasi perjalanan, alih-alih memandang keduanya sebagai pesaing. Pola ini bisa menjadi pelajaran bagi negara Muslim lain agar tumbuh bersama di pasar yang sama.

“Kami juga dapat berbagi dan tumbuh bersama karena pasarnya sama. Alih-alih memperebutkan pasar, kami dapat berkembang bersama,” ujarnya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA