Penerbangan Umrah Perdana dari Bandara Dhoho Direncanakan 17 November

4 views
Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur menghadiri rapat koordinasi terkait dukungan produk lokal untuk pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah serta kesiapan penerbangan melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri

ISLAM LIVE – Penerbangan umrah perdana melalui Bandara Internasional Dhoho Kediri direncanakan berlangsung pada 17 November 2026. Persiapan penerbangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat koordinasi yang dihadiri Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur bersama sejumlah pemangku kepentingan di Kediri.

Rapat tersebut membahas kesiapan penerbangan haji dan umrah melalui Bandara Dhoho, termasuk sarana dan prasarana pendukung. Untuk penerbangan umrah perdana, Garuda Indonesia direncanakan menjadi maskapai yang melayani keberangkatan dari bandara tersebut.

Selain aspek penerbangan, rapat juga membahas dukungan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal didorong untuk mengambil bagian dalam penyediaan berbagai kebutuhan jemaah, termasuk konsumsi.

Baca Juga:  Jemaah Umrah Diminta Pantau Informasi Penerbangan dan Koordinasi dengan PPIU

Keterlibatan UMKM dinilai dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan jemaah melalui produk lokal. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah di daerah.

Dalam rapat tersebut, biaya penyelenggaraan ibadah haji juga menjadi perhatian, termasuk komponen penerbangan. Harga bahan bakar penerbangan atau avtur menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam upaya mendorong efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah.

Kesiapan Bandara Dhoho juga diarahkan untuk mendukung rencana penerbangan haji dari wilayah Kediri dan sekitarnya. Karena itu, koordinasi antara Kemenhaj, Pemerintah Kabupaten Kediri, pengelola bandara, maskapai penerbangan, serta pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan.

Baca Juga:  TGB: Jangan Bawa-bawa Agama Jika Tak Mampu Jaga Santri

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Prof. Dr. rer. nat. Jaenal Effendi, S.Ag., M.A., Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, S.T., unsur DPR, perwakilan Garuda Indonesia, pengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri, serta unsur lintas sektor terkait.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA