ISLAM LIVE – Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih dengan melantik 18 pejabat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Reshuffle ketujuh sejak Oktober 2024 ini mencakup sejumlah posisi strategis pemerintahan.
Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM. Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Staf Kepresidenan, sementara Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri.
Pengamat politik Prof. Burhanuddin Muhtadi menilai frekuensi reshuffle ketujuh tersebut perlu dilihat dalam konteks evaluasi kinerja dan pertimbangan politik.
“Untuk ukuran presiden yang sedang menjabat baru dua tahun, kurang lebih tujuh kali melakukan perombakan itu bukan jumlah reshuffle yang sedikit,” kata Burhanuddin dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis.
Ia mengatakan evaluasi pemerintahan perlu memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya daya beli dan lapangan kerja.
“Kalau misalnya pemerintah itu lebih banyak memegang asumsi ekonomi makro, tetapi itu sejauh ini belum begitu dirasakan oleh publik secara umum, maka menurut saya perlu satu langkah serius terutama untuk menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan iklim investasi sehingga ekonomi di bawah lebih bergairah,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat Arya Fernandes dari CSIS menyebut reshuffle dapat berkaitan dengan upaya memperkuat dukungan politik Presiden.
