Wujudkan Pendidikan Gratis dari TK hingga PTN!

1 views
Menko PMK Pratikno (tengah) bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kedua kiri), Menteri Agama Nasaruddin Umar (kedua kanan), Mendikti Saintek Brian Yuliarto (kanan) dan Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (kir) bersiap memberikan keterangan pers terkait pendidikan gratis usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Pemerintah berencana memperluas akses pendidikan gratis dari jenjang taman kanak-kanak, pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi negeri. ( Foto : Antara )

ISLAM LIVE – Presiden Prabowo Subianto memberikan penekanan khusus pada penyediaan layanan pendidikan gratis bagi siswa di tingkat pendidikan dasar dan menengah. Kebijakan itu juga dimulai dari jenjang taman kanak-kanak.

“Bapak Presiden menekankan komitmennya untuk menyediakan layanan pendidikan gratis bagi siswa di pendidikan dasar dan menengah. Ini juga dimulai dari taman kanak-kanak. Jadi itulah yang perlu kita tekankan,” kata Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam konferensi pers setelah rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Selain pendidikan gratis, Presiden Prabowo meminta kualitas guru terus ditingkatkan melalui berbagai program pelatihan. Mu’ti mengatakan pembiayaan program peningkatan kapasitas tersebut akan diupayakan melalui APBN.

“Kemudian yang menjadi komitmen beliau dalam rangka membuat pendidikan adalah peningkatan kualitas guru melalui berbagai pelatihan, yang nanti juga biayanya akan dapat kita usahakan, dapat dipenuhi dari dana APBN,” ujarnya. Ia juga menyampaikan harapan agar pesantren mendapatkan hal-hal positif yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga:  198 Anak Ikuti Lomba Mewarnai di Aruna Senggigi, Kenalkan Budaya Sasak

Kebijakan itu diambil di tengah persoalan anak tidak sekolah yang masih besar. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 1 April 2026 mencatat 3.966.858 anak usia sekolah belum mengakses pendidikan. Rinciannya, 1.913.633 anak belum pernah sekolah, 986.755 anak putus sekolah, dan 1.066.470 anak lulus tidak melanjutkan.

“Langkah nyata dan kolaborasi pihak-pihak terkait harus segera diambil untuk mengatasi angka anak tidak sekolah, selain langkah intervensi yang tepat,” kata Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2026).

Lestari menilai angka tersebut sebagai alarm serius. Menurutnya, upaya mengatasi anak tidak sekolah harus ditangani hingga menyentuh akar masalah, bukan hanya berhenti pada data.

Dalam pandangan Islam, pendidikan menempati kedudukan penting. Meski istilah pendidikan tidak disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an maupun hadis, para ahli pendidikan Islam menguraikan sejumlah istilah yang berkaitan dengan konsep pendidikan. Salah satunya tadabbur, yang berarti merenungkan dan mempertimbangkan.

Baca Juga:  Kementan Beri Dukungan Pendidikan dan Kerja untuk Keluarga Pegawai yang Gugur di Papua

Allah Swt berfirman:

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu yang penuh dengan berkah, agar mereka memikirkan ayat-ayatnya dan mengambil pelajaran bagi orang-orang yang menggunakan akal.” (QS. Sad: 29)

Al-Qur’an juga mengingatkan pentingnya menjadikan kitab suci sebagai panduan agar hati tidak tertutup. Allah Swt berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Apakah mereka tidak merenungkan isi Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah tertutup?” (QS. Muhammad: 24)

Tadabbur menekankan bimbingan untuk pertumbuhan dan perkembangan sesuai potensi masing-masing. Al-Qur’an diturunkan sebagai bahan renungan dan diimplementasikan sebagai amalan yang lurus dan benar, sehingga pendidikan dalam Islam mengarah pada kebaikan dunia dan akhirat.

Meskipun terdapat perbedaan pembahasan pendidikan dalam Al-Qur’an, pada dasarnya semuanya membentuk kesatuan dalam proses pendidikan. Pemahaman tentang pendidikan dalam Al-Qur’an akan lebih utuh jika istilah-istilah tersebut dikonseptualisasikan, dirumuskan, dan dipraktikkan dalam satu narasi pendidikan Islam.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA