ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) segera mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Persiapan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kebijakan di Arab Saudi dan dinamika biaya penyelenggaraan haji.
Hal itu disampaikan Menhaj saat memberikan arahan dalam acara pelantikan 174 pejabat Kemenhaj di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Ia menekankan bahwa tantangan penyelenggaraan haji 2027 perlu diantisipasi sejak dini oleh seluruh jajaran.
“Tidak ada ruang untuk bekerja berleha-leha karena tantangan penyelenggaraan haji 2027 justru akan semakin berat,” ujar Gus Irfan Yusuf.
Menurutnya, perubahan kebijakan di Arab Saudi dan dinamika biaya menjadi bagian dari tantangan yang perlu diperhitungkan dalam persiapan penyelenggaraan haji. Karena itu, kesiapan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit, tetapi membutuhkan keterpaduan kerja antarsatuan kerja Kemenhaj.
Gus Irfan juga meminta jajaran di tingkat pusat dan daerah memperkuat koordinasi dan integrasi dalam menyiapkan penyelenggaraan haji 2027. Langkah tersebut diarahkan agar berbagai kebutuhan persiapan dapat ditangani secara terarah sesuai tugas masing-masing.
Irfan Yusuf menekankan pentingnya kesiapan sejak awal agar jajaran Kemenhaj dapat merespons berbagai perkembangan yang muncul dalam penyelenggaraan haji 2027. Persiapan tersebut mencakup kemampuan jajaran dalam menghadapi perubahan kebijakan dan dinamika penyelenggaraan.
Arahan tersebut disampaikan bersamaan dengan penguatan jajaran melalui pelantikan pejabat baru di lingkungan Kemenhaj. Menhaj meminta seluruh pejabat yang dilantik maupun jajaran Kemenhaj bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam menghadapi persiapan penyelenggaraan haji 2027.
