ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melantik 174 pejabat di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Rabu (23/9/2026). Pengisian jabatan tersebut dilakukan berdasarkan prinsip merit system dan manajemen talenta dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, rekam jejak, serta kebutuhan organisasi.
Sebanyak 174 pejabat yang dilantik terdiri atas satu pejabat pimpinan tinggi madya, lima pejabat pimpinan tinggi pratama, 41 pejabat eselon III, dan 127 pejabat struktural pada unit kerja pusat dan daerah.
Pelantikan berlangsung di masjid. Menhaj mengatakan, pelantikan tersebut menjadi pengingat bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, negara, organisasi, dan jemaah.
“Jabatan bukan sekadar posisi. Ini adalah amanah yang harus diwujudkan melalui keputusan yang tepat, pelayanan yang berkualitas, dan manfaat bagi organisasi serta jemaah,” kata Menhaj.
Menhaj menegaskan, proses seleksi dan penempatan pejabat tidak didasarkan pada senioritas, kedekatan, maupun pertimbangan subjektif. Karena itu, amanah yang diberikan melalui proses tersebut harus dijawab dengan integritas, tanggung jawab, dan kinerja nyata.
Menhaj juga meminta para pejabat yang baru dilantik tidak membangun zona nyaman. Mutasi dan promosi, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesempatan memperluas pengalaman melalui tour of area dan tour of duty. Ia meminta para pejabat membuktikan hasil proses seleksi berbasis merit tersebut melalui kemampuan beradaptasi, peningkatan kinerja, serta kesungguhan memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.
Berdasarkan Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 86 Tahun 2026, enam pejabat pimpinan tinggi yang dilantik ialah Moh. Hasan Afandi sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; Cecep Khairul Anwar sebagai Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia; Enny Indarti sebagai Sekretaris Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah; Rizka Anungnata sebagai Direktur Bina Petugas Haji Reguler; Chandra Sulistio Reksoprodjo sebagai Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah; serta Suviyanto sebagai Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi DKI Jakarta.
